Skip to main content
x
Gulai Lemea Lauk Suku Rejang. Foto : Erin Andani

Gulai Lemea Lauk Suku Rejang

Siberzone.id - Gulai lemea merupakan salah satu makanan khas suku Rejang yang sudah ada sejak ratusan tahun silam dan sampai kini masih digemari masyarakat suku Rejang di Provinsi Bengkulu.

Menurut Cyntia (26) salah satu pembuat gulai lemea yang tinggal di sawah lebar, gulai yang berbahan baku rebung atau bambu muda dan ikan.

tidak banyak orang yang bisa membuatnya. Selain dibutuhkan ketelatenan pengolahannya juga memakan waktu tiga hingga lima hari.

"Kalau orang yang membuatnya tidak bisa meraciknya maka gulai yang jadi akan terasa asam dan berbau tidak sedap. Gulai lema ini merupakan lauk suku Rejang yang diwariskan secara turun temurun dan hingga saat ini masih sering disajikan oleh warga terutama oleh warga suku asli Rejang," Katanya.

Lemea sendiri berasal dari kata "lemeah" dalam bahasa Rejang yang berarti lemah atau tidak bertenaga karena nikmatnya masakan tersebut. Kuliner khas daerah ini dulunya banyak disajikan untuk acara perayaan hari besar keagamaan, menjamu tamu dari luar daerah atau pun sajian di acara pernikahan dan hajatan lainnya.

Untuk membuat gulai lemea, pertama-tama bahan-bahan yang harus disiapkan ialah rebung muda yang diiris tipis-tipis dan ikan sepedak atau ikan tanah, ikan mujair, ikan mas dan jenis ikan air tawar lainnya.

Selanjutnya rebung yang sudah diiris-iris ini lalu dicuci hingga bersih dan kemudian dipendap atau disimpan dalam wadah semacam toples selama 24 jam. Selama pemendapan ini air untuk merendam rebung setiap delapan jam sekali harus diganti dengan air baru.

Rebung yang sudah dipendap ini kemudian airnya disaring dan hanya menyisakan rebung kering dan seterusnya dicampurkan dengan ikan yang sudah dibersihkan lalu disimpan lagi dalam toples selama 24 jam atau lebih.

Gulai lemea yang sudah dipermentasikan itu selanjutnya sudah dapat dimasak, untuk menambah aromanya, gulai ini sebaiknya dimasak dengan air santan yang menggunakan air bekas rendaman rebung sebelumnya. Rendaman air rebung ini selain untuk menimbulkan aroma khas tersendiri, dengan bumbu-bumbu berupa cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

"Semua bumbu masakannya diiris-iris, tidak ada yang ditumbuk. Bumbu-bumbu ini selanjutnya dimasukan dalam satu wadah kemudian direbus sampai masak," tutupnya.

Penulis : Erin Andani

Editor : Nur leli