Skip to main content
x
Gubernur Bengkulu Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengimbau semua pihak terakit agar pelaksanaan dan jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2024/2025. Foto : Erin Andani

Gubernur Bengkulu Harap Pelaksanaan PPDB Diterapkan Sesuai Ketentuan Berlaku

Siberzone.id - Gubernur Bengkulu Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengimbau semua pihak terakit agar pelaksanaan dan jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2024/2025 diterapkan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. 

 

Hal ini dilakukan supaya saat proses PPDB berlangsung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya minta tolong patuhi betul persentase PPDB, 60 persen jalur Zonasi, 20 persen Afirmasi, 15 persen prestasi dan 5 persen itu sesuai dengan kepindahan orang tua," ujar Rohidin di Bengkulu, Rabu (19/06/2024).

Dikatakan Rohidin, untuk pendaftaran jalur zonasi diharapkan dilakukan dengan melapirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan KK (Kartu Keluarga) yang asli asli, supaya jarak tempat tinggal dengan sekolah benar-benar jelas dan sesuai dengan zonasi yang diberlakukan. 

Ditambahkannya, sekolah harus benar-benar memperhatikan untuk jalur prestasi sekolah, seperti apa yang akan dijadikan sebagai persyaratan pendaftaran. 

"Untuk sekolah-sekolah tolong dipastikan betul, prestasi apa yang diminta sekolah itu agar jangan sampai membandingkan satu prestasi dengan yang lainnya itu berbeda, contahnya antara prestasi seni dengan prestasi akademik, yang satu lomba ilmiah dan yang satu lomba tari, kan ini beda, maka memberi bobotnya itu seperti apa harus jelas," jelas Rohidin. 

Rohidin juga berharap OPD teknis untyk mengatasi persoalan terkait potensi atau kendala yang kerap terjadi seperti server PPDB yang sering down.

"Sistemnya harus tersosialisasikan dengan baik. Jangan sampai sangking banyaknya yang mengakses, menyebabkan stagnan dan akhirnya waktunya berlalu. Maka dari itu, pastikan betul sistemnya berjalan dengan baik, dan harus tetap terbuka pembukaan informasi yang sifatnya tatap muka langsung, pihak sekolah harus standby 24 jam. Andai ada kejadian tidak bisa diakses melalui jalur online, dia bisa datang ke sekolah," pungkasnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli