Ada Upaya Mengkudeta Pimpinan Sidang Oleh BPP HIPMI
Keterangan Poto : Suasana menjadi ricuh saat BPP HIPMI merebut palu dan mengambil alih sidang pada musda ke XIV BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, pada Kamis, 8 April 2021 lalu.
Siberzone.id, Bengkulu - Polemik musda ke XIV HIPMI Bengkulu sudah sangat kompleks, dimana dalam jumpa pers nya, BPP HIPMI mengatakan bahwa musda yang telah dilalui itu cacat hukum, bahkan mereka sudah menegaskan status quo dan musda belum selesai dengan salah satu alasan LPJ ketua umum Yuan belum diterima dan dibahas, dan peserta musda kurang dari 3/4 perwakilan BPC HIPMI Kabupaten/ Kota.
Salah seorang peserta sidang yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa, proses musda itu sudah mereka lalui sesuai dengan tata tertib.
"Dari 100% bpc Kabupaten/ Kota yang hadir semua menerima, bahkan yang WO itu justru yang paling menerima, dan saat semua BPC hadir, silahkan cek daftar hadir" jelas sumber.
Sumber pun mempertanyakan kapasitas dari pengurus BPP?.
"Bukankah status BPP HIPMI dalam musda itu hanya sebagai peninjau, tidak lebih, dan kemudian apa yang dilakukan BPP itu mengambil alih sidang dan merebut palu sidang, itu sudah tindakan intervensi, mengapa tidak menyerahkan seluruh agenda kepada yang punya hajat? Dan mereka juga yang memutuskan bahwa musda dalam keadaan chaos, padahal urusan chaos itu adalah keputusan dari pihak keamanan dan memberikan rekomendasi untuk ditetapkan oleh pimpinan sidang. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan BPP sudah terlalu jauh dalam mencampuri urusan musda, justru dengan demikian ini salah satu sikap tidak netral ya BPP, dan keberpihakan itu bukan dalam hal voter untuk memilih, tapi dari cara mereka melakukan penkondisian sidang dan ini adalah intervensi dalam sidang yang harusnya hak penuh dari BPD, dan ini jelas ada upaya mengkudeta pimpinan sidang oleh BPP HIPMI," lanjut sumber.
Dalam sidang, lanjut sumber, ada indikasi dan dugaan upaya mengkudeta pimpinan sidang oleh BPP, dan diduga juga itu m calon yang mereka dukung itu kalah.
"Seperti biasa, dalam sebuah pemilihan, sudah ada hitungan-hitungan jumlah voter, karena dengan hitungan itu calon mereka kalah, maka mereka melakukan upaya-upaya yang tidak masuk akal, bahkan justru merendahkan martabat dan Marwah Musda, dan tidak seperti dalil mereka ingin menjaga Marwah Musda, dan ini hal yang sangat memalukan, apalagi acara musda di buka resmi oleh gubernur Bengkulu dan para Caketum sebelum debat calon sudah menandatangani fakta integritas siap menang dan siap kalah," tutup sumber. Minggu, 11 April 2021.
Sementara itu, pimpinan sidang pada musda Herman Saleh mengatakan, bahwa sidang yang dia pimpin sudah sesuai dengan tata tertib, dan tata tertib itu adalah turunan semua aturan yang ada di organisasi, itu bahwa Yuan Degama sudah menjadi demisioner dan undang sumbaga sudah sah menjadi ketua umum terpilih, dan itu tidak bisa terbantahkan.
"Karena sedari awal seluruh BPC mengisi daftar hadir, jika kemudian di perjalanan ada yang WO, kita akan tetap jalan karena upaya skor telah kita lakukan dan kepada peserta sidang juga telah diberikan waktu untuk kembali, jadi tidak ada kesalahan apa yang dilakukan oleh pimpinan sidang," ungkap Herman. (S1000).
- 324068 views