Skip to main content
x

Bukan Dikeluarkan dari Sekolah, Siswi Tiktok Keluar Atas Permintaan Orang Tua

Foto : Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VIlI Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, SH., M.Pd

.

 

Siberzone.id, Bengkulu Tengah - Sehubungan dengan Viralnya Video singkat berdurasi 8 detik di media sosial melalui aplikasi tiktok dari siswi SMA Negeri di Kabupaten Bengkulu Tengah yang diupload hari Sabtu tanggal 15 Mei 2021 tentang ujaran kebencian terhadap Palestina, Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, SH., M.Pd mengirimkan surat kepada Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Jakarta.

"Surat tersebut adalah laporan hasil
pengumpulan informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan Cabang Dinas
Pendidikan Wilayah VIlI Kabupaten Bengkulu Tengah," ujar Adang di ruang kerjanya, Rabu, 19 Mei 2021.

Menurut keterangan Adang Parlindungan, ada beberapa hal yang dilaporkan.

"1. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VlIl Kabupaten Bengkulu Tengah pada hari Senin tanggal 17 Mei 2021 melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Selanjutnya Kepala CABDIN memprakarsai untuk melakukan pertemuan mengundang berbagai unsur masyarakat di lokasi SMA tempat siswi dimaksud.
2. Pada hari Senin siang tanggal 17 Mei 2021 pertemuan diselenggarakan dengan dihadiri oleh unsur Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VlIl Kabupaten Bengkulu Tengah, MUI, KODIM dan Forum Lintas Agama untuk melakukan langkah antisipasi dalam meredam potensi konflik sosial dampak kejadian dimaksud. Hasil Pertemuan menyepakati bersama bahwa siswi tersebut di kembalikan kepada kedua orangtuanya dan memanggil siswi berikut orangtuanya ke sekolah dan telah menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan terbuka melalui media sosial didampingi oleh unsur-unsur yang hadir pada pertemuan yang diupload pada tanggal 18 Mei 2021.
3. Siswi tersebut bernama Martaria Simbolon (MS) kelas ll saat ini berusia 19 Tahun, memiliki beberapa catatan di sekolah yaitu pernah memblokir Whatsapp dari guru agamanya (Pendeta) dan ketidakpatuhan administratif di sekolah serta pernah tidak naik kelas," tambah Adang.

Hingga sekarang, imbuh Adang, kita masih
melakukan Rapat lebih lanjut dengan pihak-pihak yang terkait.

"Sebagai langkah kelanjutan dalam
proses pengamanan kepada siswi yang bersangkutan dan keberlanjutan dalam memperoleh proses pendidikan di sekolah," ungkap Adang.

Untuk, lanjut Adang, perkembangan dan Informasi lebih lanjut sedang dalam proses pembahasan, namun untuk kabar berhentinya anak tersebut, itu atas permintaan orang tuanya.

"Perkembangan nya masih dalam pembahasan bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VllI Kabupaten Bengkulu Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dan untuk kepindahan siswi tersebut ke sekolah lain, seperti SMA Sint Carolus, kita siap memfasilitasi," pungkas Adang.

Eka Saputra, selaku Kepala Sekolah tempat siswi tiktok tersebut bersekolah, menyatakan bahwa dirinya tidak pernah men drop out MS, melainkan itu atas permintaan orang tuanya sendiri.

"Melinda Sinaga dan suaminya selaku orang tua siswi tiktok tersebut, membuat pernyataan sendiri bahwa mereka menarik anaknya dari sekolah, demi kenyamanan dia, psikisnya, mental nya biar idak terganggu," tegas Eka Saputra.

Ditempat yang berbeda, orang tua MS, mengakui bahwa berhenti nya anak mereka dari sekolah itu, atas permintaan mereka.

"Sebagai orang tua dari MS, kami memang menarik anak itu dari sekolah tersebut dan kami pindahkan, demi kenyamanan dia, psikisnya, mental nya biar idak terganggu, agar masa depannya lebih bagus lagi," jelas Melinda Sinaga. (S1000).