Skip to main content
x
Dinas Pertanian Bengkulu Tengah Akui Program Replanting Sawit Berhenti Sementara || Foto : Dok. Siberzone.id

Dinas Pertanian Bengkulu Tengah Akui Program Replanting Sawit Berhenti Sementara

Siberzone.id - Program replanting atau peremajaan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah dari Kementrian Pertanian terhenti untuk sementara waktu dan hal itu pun membuat sejumlah warga mempertanyakan kejelasan program itu. 

Diketahui, Kabupaten Bengkulu Tengah mendapatkan program replanting tersebut untuk lahan perkebunan kelapa sawit seluas 173 hektar. 

Namun, saat ini baru selesai dilakukan proses tumbang coping untuk lahan seluas 40 hektar dan harus berhenti sementara waktu. 

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Endang Sumantri menjelaskan, program replanting tersebut sudah berjalan namun terkendala alat berat yang rusak. 

"Program itu sudah jalan dan sudah 40 hektar lahan yang tumbang ciping, cuma sekarang berhenti karena alat berat rusak, kita masih menunggu alat berat pengganti dari Kabupaten Seluma," ujar Endang, Sabtu (21/1/2023). 

Selain terkendala alat berat yang rusak, pengerjaan juga terhambat oleh faktor cuaca yang kerap hujan sehingga mempersulit alat berat untuk beroperasi. 

"Sekarang kan sering hujan, lokasi kebun ini curam dan licin, sehingga alat berat kesulitan untuk beroperasi, nanti kalau tiga hari cuaca cerah baru enak kerjanya," ujarnya. 

Terkait pengerjaan program replanting, Endang mengaku, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi, lantaran yang memutuskan pelaksana atau pemenang tender bukanlah dari Dinas Pertanian melainkan dari kelompok tani itu sendiri. 

"Memang kelompok tani yang menentukan semuanya, mulai dari pengerjaan tumbang ciping, supplier racun, pupuk hingga bibitnya, kita hanya bertugas mengawasi, kalau lagi terhenti seperti ini kita panggil apa masalahnya dan kita carikan solusi," ungkapnya.

Ditargetkan, 173 hektar program replanting ini akan selesai dalam beberapa bulan kedepan dan masyarakat sudah menerima bantuan seluruhnya. 

"Pengerjaannya ini bertahap, pertama kita tumbangkan dulu pohon sawit yang tua, kemudian baru kita racun, setelah itu kita pupuk baru kita tanam bibit baru, kalau tidak seperti itu, ditakutkan ada barang yang hilang," kata Endang.(Sbz/0001)