Skip to main content
x
Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk Provinsi Bengkulu Gunawan Wibisono, S.STP., M.Si. Foto : Muldianto

Dukcapil Provinsi Bengkulu Targetkan Perekaman DP4 Pemula Tercapai, Ini Progresnya

Siberzone.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bengkulu menargetkan perekaman DP4 pemula dan target perekaman DP4 Integrasi Dapodik tercapai, Selasa (13/08/24)

 

 

Hal ini disampaikan melalui Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk Provinsi Bengkulu Gunawan Wibisono, S.STP., M.Si., dari DP4 yang sudah diserahkan Kemendagri ke KPU RI sebelumnya dengan proges perekaman untuk pemula dengan pemula dapodik.

"Pemula ini keseluruhan baik yang sekolah maupun tidak sekolah. Yang pemula itu datanya sampai tanggal 12 Agustus proges yang wajib rekam itu ada di 63.899 jiwa. Yang sudah merekam Se-Provinsi Bengkulu totalnya 37.411 jiwa. Kemudian yang belum 26.488 jiwa atau sudah progresnya di 58,55 persen," ucapnya.

"Sedangkan untuk pemula dapodik Se-Provinsi Bengkulu total yang wajib rekam di 50.620 jiwa, yang sudah rekam di angka 30.845 jiwa. Yang belum merekam diangka 19.775 atau progresnya sudah 60,93 persen," tambahnya.

Untuk yang tertinggi sementara ini Kota Bengkulu 73 persen dan Kabupaten Mukomuko sudah diangka 70 persen progresnya. Sedangkan untuk yang terendah sementara ini ada di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Kaur sekitar diangka 52 persen.

"Untuk pencapaian targetnya, kita sudah koordinasi juga ke Diknas Kementerian Agama terkait SMA, SMK di seluruh Provinsi Bengkulu sudah kita surati. Terkait dengan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah nanti kita serahkan ke Kemendikbud dan Kemenag untuk koordinasikan ke sekolahnya," lanjutnya.

Kalau misalnya sekolah siap untuk dilakukan pelayanan nanti teman-teman Dukcapil Kabupaten/Kota yang akan melakukan pelayanan jemput bola ke sekolah.

Sedangkan untuk yang tidak sekolah memang sedikit kesulitan yang kita jaring, karena posisinya yang tidak sekolah ini kebanyakan profesinya sebagai nelayan. Jadi waktu pelayanan ke mereka hadir ditempat itu sulit untuk kita data pelayanannya tepat waktu.

"Ini yang menjadi atensi kita untuk melakukan perekaman pemula yang tidak sekolah. Namun, kita tetap melakukan pelayanan di Kabupaten/Kota tidak hanya jemput bola disekolah. Mereka juga dilakukan di titik-titik pelayanan dipedalaman dan juga di pesisir. Artinya pelayanan ini tidak akan terhenti sampai target itu tercapai," pungkas Gunawan.

Reporter : Muldianto

Editor : Nur leli