Bertahan Dengan Saham Minim, Atau Besarkan Bank Milik Sendiri

Siberzone.id, Bengkulu - Dengan permasalahan yang terjadi di Bank Bengkulu (BB), dugaan adanya gratifikasi dan polemik lain yang cukup meresahkan, Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu, memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Bengkulu untuk menarik modal yang selama ini ada di Bank Bengkulu.
Sikap itu tegas disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, bahwa secepatnya agar Walikota Bengkulu untuk segera menarik modal dari bank Bengkulu.
"Iya itu pilihannya, dengan adanya covid-19, APBD kita makin kecik. Tentu kemampuan Pemkot Bengkulu cuma mampu untuk operasikan 1 Bank. Tinggal pilih Bank Bengkulu atau Bank Pembiayaan Rakyat Syari'ah (BPRS) Fadhillah yang merupakan punya Pemkot," ungkap Teuku Zulkarnain. Sabtu, 13/03/2021.
Nah bicara pilihan mana nanti yang terbaik, lanjutnya, itu tergantung teman-teman lain di DPRD Kota Bengkulu dan Pemkot.
"Karena menarik modal itu kewenangannya di Pemkot bukan DPRD. DPRD menyarankan, dan itu pendapat dari Komisi 1, bisa saja nanti ada teman-teman yang berbeda pendapat, sah-sah saja ada yang setuju atau nggak, tinggal lagi mau besarin Bank yang 100 persen milik Pemkot atau bertahan dengan saham minoritas di Bank Bengkulu," tambahnya.
Untuk menarik modal, sambungnya, bisa saja dilakukan, ya tentu ada mekanismenya.
"Bisa saja Pemerintah Kota Bengkulu menarik modal yang jumlahnya hanya 13,7 M, caranya ya melalui revisi Perda, toh jumlah itu sedikit, karena BB sudah mendapatkan modal besar dari Chairul Tanjung, jadi modal kita yang nilainya segitu sangatlah sedikit, dan mungkin tidak ada pengaruh apapun bagi BB," ujarnya.
Menurut Zulkarnain, sebelum menyarankan Kota untuk menarik modal dari Bank Bengkulu, jauh sebelumnya kota juga sudah memindahkan Kasda (Kas Daerah).
"Jauh-jauh hari, Kasda di Bank Bengkulu sebesar 1,2 T sudah dipindahkan ke Bank Syariah Indonesia, dan saat ini kita sarankan untuk menarik modal yang ada di BB," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Agus Salim, SE, MM menyatakan, sampai saat ini belum mengetahui tentang keinginan Pemkot untuk melakukan penarikan penyertaan modal dari Bank Bengkulu, beliau berharap hal itu tidak terjadi dan mengajak semua pihak untuk membangun bank Bengkulu ini, karena ini milik semua masyarakat Bengkulu.
“Perlu dukungan semua pihak dalam membangun Bank Bengkulu dan Pak Gubernur tadi sudah meminta dukungan kalangan dunia usaha untuk dalam transaksinya menggunakan Bank Bengkulu, Agus Salim berharap semua guyub dan rukun maupun seluruh masyarakat Bengkulu sama – sama saling bahu membahu membangun aset – aset Bank Bengkulu. Bank Bengkulu ini bukan milik pengurus (direksi) tapi adalah milik masyarakat, Bank Bengkulu adalah BUMD yang bisa di banggakan karena sudah memberikan hasil sedangkan BUMD yang lain belum memberikan hasil”, ujar Agus Salim.
Agus Salim menambahkan, terkait pemindahan Kas Daerah Pemkot yang sudah dialihkan ke Bank lain, Bank Bengkulu tidak akan terpengaruh.
"dan bisnis Bank Bengkulu tahun ini tetap naik,' tutup Agus Salim. (S1000).
- 322883 views