BPBD Jember Dukung Sanksi Tegas Pelaku Karhutla Watangan
Siberzone.id, Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendukung penerapan sanksi tegas bagi pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menyampaikan hal itu pada Senin (01/09/2026). Dukungan ini menyusul insiden karhutla di kawasan Watangan dan Gunung Trianggulasi.
Edy menegaskan penegakan hukum penting untuk memberi efek jera bagi pelaku pembakaran. Menurutnya, aktivitas pembakaran mengancam wilayah rawan kekeringan dan kebakaran.
Edy menyampaikan, "Saya sangat setuju untuk mendorong adanya sanksi hukum kepada para pelaku yang sengaja melakukan aktivitas pembakaran, baik sengaja maupun tidak."
Meski mendukung jalur hukum, Edy menjelaskan fokus utama BPBD Jember saat ini adalah mitigasi dan pencegahan. Pihaknya rutin menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan itu melibatkan kepala desa, camat, dan Muspika. BPBD juga menggandeng pemangku kepentingan seperti Perhutani, Taman Naaional Meru Betiri (TNMB) , dan (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) BKSDA.
"Kami terus berkomunikasi dan meminta semua pemangku kepentingan untuk melakukan langkah sosialisasi kepada komunitasnya, baik masyarakat desa hutan maupun warga sekitar," ujarnya.
Edy membeberkan salah satu insiden karhutla yang baru-baru ini terjadi di kawasan Watangan dan Gunung Trianggulasi. Kebakaran di Watangan melahap area seluas 6,5 hektare, sedangkan di Gunung Trianggulasi seluas 2 hektare. Api membakar guguran daun jati kering yang mudah tersulut.
Terkait penyebab kebakaran, Edy menyampaikan, "Di sana banyak orang memancing. Diduga dari puntung rokok, api cepat sekali membesar membakar daun-daun jati kering. Untuk di Gunung Trianggulasi masih dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian."
Dugaan penyebab kebakaran di Watangan tersebut belum dapat dipastikan secara hukum. Sementara itu, penyebab kebakaran di Gunung Trianggulasi masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Tim gabungan sempat menghadapi keterbatasan personel dan peralatan saat memadamkan api. Medan yang berat mengharuskan tim berjalan kaki sejauh empat kilometer menuju lokasi kebakaran
Meski demikian, tim gabungan berhasil memadamkan api dan membuat sekat bakar (firebreak) dalam waktu tiga jam.
BPBD mengakui melacak pelaku utama pembakaran hutan bukan perkara mudah. Kendala utama adalah minimnya bukti visual atau saksi mata yang pasti.
Oleh karena itu, BPBD menekankan pentingnya kesadaran bersama dan pengawasan ketat masyarakat. Langkah ini diharapkan mencegah insiden karhutla serupa terjadi kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran di Watangan dan Gunung Trianggulasi masih dalam tahap dugaan dan penyelidikan. (heri)
- 250056 views