Skip to main content
x

Haruskah Nama Yang Berqurban Disebutkan?

Foto : Tata Cara Qurban

.

Siberzone.id, Bengkulu - Sudah maklum bahwa di Indonesia, banyak masyarakat kaum muslim yang menyerahkan penyembelihan hewan kurbannya kepada panita masjid. Hampir dipastikan bahwa ketika panitia masjid hendak menyembelih hewan kurban milik orang lain, maka mereka menyebut nama orang yang berkurban. Sebenarnya saat menyembelih hewan kurban, apakah panitia masjid wajib menyebutkan nama orang yang berkurban?

Menurut para ulama, panitia masjid atau orang yang menjadi wakil penyembelihan hewan kurban milik orang lain tidak wajib menyebut nama orang yang berkurban saat hendak menyembelih. Kurban tetap dinilai sah meskipun wakil atau panitia masjid tidak menyebut nama-nama orang yang berkurban saat hendak menyembelih.

Meski tidak wajib, namun jika wakil atau panitia menyebut nama orang yang berkurban terlebih dahulu ketika hendak menyembelih, maka hal itu sangat baik. Ini disebabkan karena Nabi Saw pernah menyebut keluarga dan umatnya ketika beliau menyembelih hewan kurban untuk mereka.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menjelaskan masalah ini sebagai berikut;

وليس على الوكيل ان يقول عند الذبح “عمن” لان النية تجزئ وان ذكر من يضحي عنه فحسن لان النبي صلى الله عليه وسلم حينما ضحى قال : اللهم تقبل من محمد وال محمد وامة محمد ثم ضحى وقال الحسن : بسم الله الله اكبر هذا منك ولك تقبل من فلان

Dan tidak wajib bagi wakil ketika menyembelih mengucapkan ‘dari seseorang’, karena niat telah mencukupinya. Namun jika wakil menyebut nama orang yang berkurban, maka hal itu baik. Ini karena Nabi Saw ketika beliau berkurban, beliau berkata; Ya Allah, terimalah dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan umat Muhammad, kemudian beliau menyembelih. Hasan berkata; Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah dari fulan.

Oleh karena itu, panitia masjid atau wakil bisa langsung menyembelih hewan kurban tanpa menyebut nama orang yang berkurban. Hal ini karena niat dari orang yang berkurban sudah dinilai cukup, sehingga tidak butuh niat lagi dari wakil atau panitia. Namun jika panitia masjid atau wakil menyebut nama orang yang berkurban, maka hal itu merupakan perbuatan sunnah, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. (S1000).