Kades Sambang Pawon, Pemdes Lojejer Layani Warga dari Rumah ke Rumah
Siberzone.id, Jember - Pemerintah Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, meluncurkan program “Kades Sambang Pawon” pada Senin (5/10/2026). Peluncuran bertepatan dengan HUT ke-81 TNI. Dalam Program ini Kepala Desa bersama tim mendatangi rumah warga untuk melihat kondisi mereka secara langsung.
Pemerintah desa menyoroti empat bidang. Keempatnya ialah ketahanan pangan, kesehatan, administrasi kependudukan, dan pendidikan.
Kepala Desa Lojejer, Mohamad Sholeh, S.H., M.Si., N. LP, menyebut peluncuran itu sengaja dibuat bertepatan dengan HUT ke-81 TNI.
Menurut Sholeh, “Sambang Pawon” bukan sekadar kunjungan. Program ini merupakan layanan pemerintah desa yang turun langsung ke rumah warga.
“Program ini tidak sekadar kunjungan biasa. Aksi blusukan hingga ke area dapur ini bertujuan melihat kondisi ketahanan pangan warga,” kata Sholeh.
Kegiatan ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Pemdes Lojejer memanfaatkannya untuk menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Jember.
Layanan Kesehatan Jemput Bola
Salah satu program yang disosialisasikan adalah home care. Sasarannya warga yang mengalami masalah kesehatan dan terkendala biaya pengobatan.
Sholeh menyebut Pemdes Lojejer akan menggandeng Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas Kemiskinan Desa Lojejer, dan tenaga medis. Mereka akan melayani warga secara langsung.
“Bagi masyarakat yang sakit dan tidak punya biaya berobat ke puskesmas atau rumah sakit, kami akan turun langsung ke rumah. Semua gratis, tanpa dipungut biaya apa pun,” ujar Sholeh.
Administrasi Kependudukan Tanpa Biaya
Pemdes Lojejer juga menyiapkan layanan jemput bola untuk urusan administrasi kependudukan. Warga yang belum memiliki KTP, KK, atau dokumen kependudukan lain akan dibantu tanpa biaya.
Layanan ini turut menyasar warga yang sulit datang ke kantor desa atau kecamatan. Mereka antara lain lansia, warga sakit menahun, dan penyandang disabilitas.
“Kalau warga tidak bisa datang, kami siap mendatangi rumah untuk melakukan pelayanan, termasuk perekaman KTP,” jelas Sholeh.
Mendata Anak Putus Sekolah
Program ini juga menyasar bidang pendidikan. Pemdes Lojejer akan mendata anak putus sekolah, terutama yang terkendala ekonomi.
Pemerintah desa selanjutnya memfasilitasi mereka agar kembali bersekolah. Upaya itu dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Jember.
“Pendidikan sangat penting bagi warga Lojejer demi masa depan yang lebih baik,” kata Sholeh.
Sasar 600 Warga dari 12 RW
Program “Kades Sambang Pawon” menyasar sekitar 600 warga dari 12 RW. Pelaksanaannya melibatkan tiga pilar desa, BPD, RT/RW, kader PKK, kader Posyandu, dan unsur pemuda.
Pada tahap awal, kunjungan dipusatkan di RW 005, Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer. Tim menyambangi warga dari RT 001 hingga RT 012.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kepala desa dan tim disambut suasana hangat saat mendatangi rumah warga. Mereka berdialog langsung dengan warga, termasuk di dapur rumah.
Dalam obrolan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan. Isunya meliputi bantuan sosial, layanan kesehatan, dan harga kebutuhan pokok.
Pemdes Lojejer juga menyalurkan bantuan stimulus berupa bahan pangan bergizi. Bantuan itu diarahkan untuk mendukung penurunan angka stunting di tingkat desa.
Seorang warga RT. 04 RW. 05, Dusun Sulaksork, Sarinem mengaku terkejut dan terharu saat kepala desa mendatangi rumahnya.
“Saya kaget dan terharu, Pak Kades peduli ke warga kurang mampu seperti saya. Terima kasih kepada Pak Sholeh yang peduli dengan kami. Semoga beliau diberi kesehatan, panjang umur, dan lancar rezeki,” ungkapnya.
Sholeh menegaskan bahwa program ini akan berlangsung berkelanjutan. Ia meminta warga yang kekurangan bahan pokok melapor melalui RT/RW setempat.
“Kalau ada warga yang tidak memiliki bahan pokok, segera lapor ke RT/RW. Semua sudah saya siapkan,” kata Sholeh.
Pemdes Lojejer berharap program ini mendekatkan pemerintah desa dengan masyarakat. Aspirasi dan persoalan warga diharapkan lebih cepat diketahui agar pembangunan desa lebih tepat sasaran.
[Heri]
- 10 views