Penataan TWA Pantai Panjang Dan Pulau Bai Bengkulu Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat
Siberzone.id - Penataan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang Dan Pulau Bai Bengkulu menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar jika di kelola dengan baik, Sabtu (08/06/24).
Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar, mengatakan, taman TWA pantai panjang dan pulau baai mempunyai 3 formasi tipe ekosistem vegetasi penyusun hutan pantai, yaitu formasi cemara laut yang didominasi dengan kasuarina. Formasi campuran yaitu formasi bakung laut dan rerumputan dengan vegetasi dominan pandan laut dan babakoan serta formasi hutan mangrove. Namun, sayang kawasan twa mulai terjadi abrasi. Padahal di kawasan ini memiliki vegetasi yang khas yakni cemara pantai atau bahasa latinnya kasuarina yang menjadi wilayah tempat penyu bertelur.
"Situasinya saat ini telah berubah, karena di taman wisata alam pantai panjang dan pulau bai telah kehilangan fungsinya untuk menjaga abrasi pantai. Selain itu kawasan TWA semakin kritis karena terjadi perambahan untuk perkebunan sawit," ucapnya.
Taman wisata alam pantai panjang dan pulau bai adalah salah satu kawasan konservasi yang pengelolaannya di bawah Balai KSDA bengkulu. Tujuan penunjukan penetapannya karena mempunyai keindahan alam, baik keindahan flora dan fauna dan memiliki keunikan corak untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan.
"Taman wisata alam merupakan kawasan pelestarian atau konservasi yang juga dimanfaatkan untuk aktivitas pariwisata dan rekreasi berbasis alam. TWA pulau bai yang berbatasan dengan kelurahan teluk dapat menjadi sumber ekonomi bagi warga sekitar jika di kelola dengan baik," jelasnya.
Taman Wisata Alam pantai panjang dan pulau bai sesuai nomenklatur masuk dalam kawasan konservasi, karenanya memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Kawasan TWA ini memiliki luasan berdasarkan surat keputusan menteri kehutanan nomor 420 tahun 1999 tanggal tentang penunjukan kawasan hutan di wialayah provinsi bengkulu seluas 920 ribu 964 hektar dengan luas kawasan 967 koma 2 hektar.
Reporter : Erin Andani
Editor : Nur leli
- 250079 views