Skip to main content
x
Pengurus IKAPJ 2026 2031 Resmi Dikukuhkan, POLIJE Titip Harapan Besar kepada Alumni

Pengurus IKAPJ 2026 2031 Resmi Dikukuhkan, POLIJE Titip Harapan Besar kepada Alumni

 

Siberzone.id, JEMBER — Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) memasuki babak baru kepengurusan periode 2026 sampai 2031. Ir. H. Slamet Sulistiyono, S.P., M.Tr.P., IPM., ASEAN Eng. kembali dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut.

Pengurus Pusat IKAPJ periode 2026 sampai 2031 resmi dikukuhkan pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 08.30 WIB, dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Aula Sutrisno Widjaja Politeknik Negeri Jember (POLIJE).

Pengukuhan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan. Momentum ini menjadi penanda semakin kuatnya harapan POLIJE terhadap peran alumni dalam menghubungkan lulusan dengan dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja.

Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan keberadaan IKAPJ memiliki posisi penting dalam membantu almamater memastikan lulusan POLIJE dapat berkembang dan bekerja sesuai kompetensinya.

“Hari ini pengukuhan Pengurus Pusat IKAPJ untuk masa bakti 2026 sampai 2031 dengan pucuk kepemimpinan H. Slamet Sulistiyono. Tentu Politeknik menaruh harapan besar kepada IKAPJ untuk dapat mengawal, menempatkan alumni POLIJE sesuai kompetensinya,” ujar Saiful.

Menurut Saiful, kepengurusan baru harus menjadi momentum untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan kolaborasi antara IKAPJ dan POLIJE. Sebab, keberhasilan alumni memasuki dunia kerja menjadi salah satu bagian penting dari kinerja perguruan tinggi vokasi.

“Tentu ke depan lebih intensifkan pola kolaborasi dan komunikasi antara IKAPJ dengan POLIJE. Karena menyiapkan alumni melalui IKAPJ ini juga menjadi salah satu indikator KPI atau indikator kinerja utama POLIJE,” katanya.

POLIJE memiliki target agar lulusan dapat terserap dalam dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja dalam rentang waktu tiga sampai enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Untuk mencapai target tersebut, kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan vokasi, tetapi juga sertifikasi serta pendampingan. Namun, akses menuju industri dan dunia usaha dinilai membutuhkan jaringan yang kuat.

Di sinilah IKAPJ diharapkan mengambil peran lebih besar.

“Manakala adik adik mahasiswa perlu konektivitas dengan industri besar, saya kira peran IKAPJ dengan segala networkingnya menjadi hal yang sangat esensial sekali,” tutur Saiful.

Jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi menjadi modal besar bagi IKAPJ untuk membantu membuka akses kerja, membangun kemitraan serta menghadirkan peluang usaha bagi lulusan POLIJE.

Saiful juga menaruh optimisme terhadap kepemimpinan Slamet Sulistiyono. Menurutnya, pengalaman dan karakter yang dimiliki Ketua Umum IKAPJ tersebut dapat menjadi kekuatan dalam membawa organisasi alumni semakin berkembang.

“Kalau kita lihat sosok figur Pak H. Slamet, saya kira publik tidak perlu meragukan lagi karakter beliau, kemudian jiwa jiwa bisnis beliau, sehingga kemudian kepemimpinan beliau bisa menjadi teladan bagi semua alumni yang tergabung dalam IKAPJ,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKAPJ Ir. H. Slamet Sulistiyono, S.P., M.Tr.P., IPM., ASEAN Eng. memastikan kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya memberikan manfaat nyata bagi alumni, mahasiswa maupun almamater.

“Kami siap memberikan kontribusi nyata secara maksimal untuk bagaimana membuat POLIJE semakin sip dan kemudian alumni alumni yang tergabung di IKAPJ itu mendapatkan manfaat yang sebesar besarnya,” tegas Slamet.

Salah satu perhatian IKAPJ adalah mahasiswa. Organisasi alumni tersebut akan terus mengembangkan program beasiswa dan meningkatkan jumlah penerimanya setiap tahun.

Bagi alumni, IKAPJ juga menyiapkan strategi untuk membangun kemandirian organisasi. Salah satunya melalui pembentukan BUMI atau Badan Usaha Milik IKAPJ.

Slamet mengatakan BUMI diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menopang berbagai program organisasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap iuran anggota.

“Kami telah membentuk beberapa usaha usaha mandiri yang akan dipergunakan untuk meningkatkan kinerja program program kami, tidak tergantung kepada iuran anggota, tapi bagaimana kami bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berkaitan dengan Politeknik Negeri Jember,” jelasnya.

Selain membangun kekuatan ekonomi organisasi, IKAPJ juga mulai memperkuat konektivitas alumni melalui teknologi digital.

Dalam momentum tersebut, IKAPJ meluncurkan Konek Kita Alumni, platform digital yang dirancang sebagai ruang bersama bagi alumni POLIJE dari berbagai angkatan di seluruh Indonesia.

Konek Kita tidak hanya menjadi tempat untuk berkomunikasi. Platform tersebut diarahkan menjadi ruang untuk membangun bisnis, berbagi informasi pekerjaan, memperluas jaringan dan membuka berbagai bentuk kolaborasi.

“Platform digital itu adalah pertemuan seluruh alumni alumni yang ada di seluruh Indonesia, dari angkatan yang pertama hingga angkatan yang terakhir. Itu bisa memanfaatkan wadah digital tersebut untuk bisa berbisnis, untuk bisa berkomunikasi, mendapatkan informasi lowongan kerja, bahkan memberikan kontribusinya nyata di platform digital Konek Kita,” ujar Slamet.

Dengan jumlah alumni yang tersebar di berbagai sektor, Slamet melihat Konek Kita memiliki potensi besar untuk menjadi ekosistem digital yang mempertemukan alumni dengan berbagai peluang.

Ia berharap platform tersebut terus berkembang seiring dengan semakin solidnya organisasi IKAPJ.

“Harapannya nanti Konek Kita ini akan semakin berkembang dan kami IKAPJ akan semakin sehat secara finansial,” katanya.

Di sisi lain, IKAPJ ingin memastikan keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi alumni, tetapi juga ikut mengangkat citra dan daya saing POLIJE sebagai perguruan tinggi vokasi.

Slamet berharap POLIJE semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan utama untuk pendidikan vokasi karena mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi persaingan global.

“Harapan kami adalah ke depan bagaimana Politeknik Negeri Jember yang bermadzhab pendidikan vokasi ini menjadi pilihan yang pertama dari masyarakat untuk mendaftarkan anaknya. Karena POLIJE menghasilkan alumni yang kompeten, alumni yang siap kerja, yang bisa bersaing di era global,” pungkasnya.

Dengan kepengurusan baru, penguatan jaringan alumni, program beasiswa, pengembangan BUMI IKAPJ dan hadirnya Konek Kita Alumni, IKAPJ periode 2026 sampai 2031 membawa agenda untuk menjadikan organisasi alumni bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai kekuatan strategis yang ikut menghubungkan almamater, alumni, mahasiswa dan dunia kerja.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem alumni yang semakin kuat, mandiri dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan POLIJE serta masyarakat luas.