Skip to main content
x
Rahasia Cara Masak Rendang Daging Sapi Biar Empuk. Foto : Erin Andani

Rahasia Cara Masak Rendang Daging Sapi Biar Empuk

Siberzone.id - Rendang daging sapi salah satu makanan favorit di tanah air. Sayangnya, kadang kalau kita masak sendiri, rendang daging sapi terasa alot, tidak empuk dan enak seperti buatan restoran padang.

Ternyata ada banyak kesalahan yang kerap dilakukan, salah satunya memasak daging sapi dalam waktu lama.

Padahal, selain membuat gas di rumah cepat habis, memasak dengan cara ini juga bisa tidak serta merta membuat daging lebih empuk.

Lalu, apa cara membuat daging sapi lebih empuk sehingga tidak membuat pegal saat dikunyah.

Apa yang dimaksud dengan blanching? Blanching adalah proses memasak di mana makanan dimasukkan ke dalam air mendidih dalam waktu yang sebentar.

Berikut tekniknya agar rendang daging sapi yang akan kita oleh menjadi empuk:

Siapkan panci yang punya penutup untuk merebus daging yang sudah diisi dengan air. Didihkan air hingga benar-benar mendidih dan muncul gelembung-gelembung pada permukaannya.

Masukkan daging dalam panci berisi air mendidih itu dan masak selama 5 menit. 

Setelah 5 menit, matikan kompor dan tutup panci dengan rapat selama 30 menit.

 Jangan membuka tutup panci selama waktu 30 menit itu karena bisa mengurangi suhu panas di dalam panci.

Kita juga bisa membungkus daging dengan daun pepaya, kemudianbiarkan semalaman di lemari es.

Daun pepaya dipercaya sejak lama mampu membuat daging lebih empuk.

Berikut cara lain agar rendang daging sapi itu empuk:

Pilih bagian daging sapi yang tepat, untuk rendang baiknya pilih daging paha, terutama paha bagian luar. Jangan pilih daging sapi bagian has dalam karena mudah hancur.

Setel api kecil saat memasakDengan cara itu, bumbu akan cepat meresap dan daging sapi pun akan menjadi lebih empuk.Bila sukarendang yang kering, maka masak selama 5-6 jam. Kalau ingin memasak rendang yang basah, masak sekitar 4 jam.

Terakhir, aduk rendang secukupnya, jangan terlalu sering sebab akan menyebabkan daging itu hancur.

 

Penulis : Erin Andani

Editor : Nur Leli