Skip to main content
x
Sekda Herwan Antoni Pimpin Rakor Lisdes 2026, Tegaskan Komitmen Pemprov Hadirkan Listrik hingga Pelosok Bengkulu

Sekda Herwan Antoni Pimpin Rakor Lisdes 2026, Tegaskan Komitmen Pemprov Hadirkan Listrik hingga Pelosok Bengkulu

 

Siberzone.id, Bengkulu - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Kendala Pembangunan Listrik Pedesaan (Lisdes) Tahun 2026 di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6/2026). Rapat tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan Program Lisdes 2026 bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang telah dilaksanakan pada 25 Mei 2026. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Bengkulu, pemerintah kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga tumbuhnya berbagai sektor usaha di pedesaan.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen penuh mendorong percepatan pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, memperoleh akses energi listrik yang merata dan berkeadilan,” tegas Herwan.

Ia mengatakan, keberhasilan Program Lisdes tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang masih ditemui di lapangan, mulai dari persoalan administrasi, pembebasan lahan, akses menuju lokasi pembangunan, hingga perizinan pada kawasan hutan konservasi.

Herwan juga meminta seluruh instansi terkait, pemerintah kabupaten, serta PLN untuk terus memperkuat koordinasi sehingga setiap kendala dapat segera ditangani dan tidak menghambat target pembangunan jaringan listrik pada 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan bahwa Program Lisdes Tahun 2026 direncanakan menjangkau 30 lokasi yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Bengkulu. Pelaksanaan pembangunan dibagi dalam dua tahap, dengan 25 lokasi telah berstatus clear and clean (CnC), sedangkan beberapa lokasi lainnya masih memerlukan penyelesaian berbagai kendala teknis maupun administratif.

Hambatan yang masih dihadapi antara lain keterbatasan akses jalan menuju lokasi pembangunan, keberadaan tanaman milik masyarakat pada jalur jaringan listrik, serta proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan konservasi. Kendala tersebut tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong.

Di sisi lain, Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, menyampaikan bahwa rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen, sedangkan rasio elektrifikasi hingga Desember 2025 mencapai 99,52 persen. Meski demikian, penguatan jaringan masih terus dilakukan agar seluruh masyarakat memperoleh layanan listrik yang lebih andal.

 

 

Pada tahap pertama pembangunan, PLN akan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 31,4 kilometer, serta memasang 11 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 550 kVA di 25 lokasi.

Sementara pada tahap kedua, pembangunan akan dilaksanakan di lima lokasi dengan pembangunan JTM sepanjang 5,52 kilometer, JTR sepanjang 10,63 kilometer, serta tiga unit gardu distribusi berkapasitas total 150 kVA.

Secara keseluruhan, Program Lisdes 2026 di Provinsi Bengkulu akan membangun JTM sepanjang 27,03 kilometer, JTR sepanjang 42,07 kilometer, serta 14 unit gardu distribusi dengan kapasitas total 700 kVA.

Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Herwan Antoni tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh kendala pembangunan jaringan listrik dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi, sehingga target pemerataan akses listrik pada 2026 dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok Bengkulu.