Sudisman dan Ronny Tobing Lakukan Reses di Anggut Atas, Serap Aspirasi



Siberzone.id, Bengkulu - Reses anggota DPRD Kota Bengkulu, Dapil 4 Sudisman, S..Sos dan Ronny PL Tobing, SH, pada hari Senin 29 Maret 2021 yang berlokasi di salah satu rumah warga masyarakat di kelurahan Anggut Atas.
Infrastruktur dan sarana dan prasarana masih menjadi topik yang menarik yang disampaikan masyarakat kepada wakilnya yang melaksanakan reses.
Perwakilan masyarakat, yang diberikan waktu untuk menyampaikan aspirasinya, Imron dengan gamblang dan lugas kepada wakil rakyat.
"Untuk Musrenbang di kelurahan aspirasi itu muncul, dan kami sampaikan, namun di kecamatan tidak ada lagi, dan kami juga ingin ada pemerataan pembangunan yang ada di tempat kami, termasuk jalan dan drainase," buka Imron.
Sudisman Anggota DPRD Kota Bengkulu, dengan sigap dan cepat memberikan tanggapannya.
"Semua sudah kami anggarkan namun karena refocusing semua terhambat, dan nanti akan ada normalisasi siring dan drainase oleh PUPR kota Bengkulu, namun lokasinya harus yang statusnya milik kota, jika provinsi tidak bisa mengurusnya maka serahkan saja ke kota, maka kita juga akan melakukan cek lokasi bersama dinas PUPR, dan untuk Musrenbang tadi kita akan kawal, dan ini akan kami bawa ke sidang paripurna, nanti jika tidak dapat diakomodir oleh APBD, maka ini bisa diakomodir dengan dana aspirasi, saat ini dana aspirasi per dewan ada 500 juta per anggota dewan," terang Sudisman.
Sudisman juga menjelaskan masalah seragam sekolah yang menjadi temuan, untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.
"Itu adalah hadiah 3 milyar dari Mendagri ketika Kota Bengkulu menang lomba inovasi moda transportasi, namun penggunaan uangnya itu ada indikasi bermasalah, karena saat ini sedang diperiksa oleh kejari, dan kita tunggu saja hasilnya. Dari awal kami sudah mengingatkan kepada walikota bahwa apa yang dilakukan oleh pak walikota itu membelikan seragam dari uang hasil hadiah adalah tidak nyambung, namun itu kan diskresi dari walikota dan dia yang menentukan untuk apa uang itu dipergunakan," tambah Sudisman.
Dan ada yang menarik juga, dari hasil reses siang tadi, Sudirman salah satu warga yang bertanya tentang lokasi pembuangan sampah yang sudah diambil alih oleh Pemkot.
"PBB tanah tersebut masih muncul atas nama Amir Sahli," jelas Sudirman.
"Apa benar lokasi tersebut sudah diambil alih oleh Pemkot, kalau memang demikian, berarti admistrasi dan status lokasi tempat pembuangan sampah ini, tidak ada sinkronisasi antara BPKAD dan Dispenda, dan nanti setelah ini kita akan telusuri status tanah tersebut, apakah itu milik kota atau pemilik nya adalah ahli waris, namun saya minta ada koordinasi dari RT dan kemudian lurah buat surat yang ditujukan ke kami DPRD kota Bengkulu. (S1000).
- 320276 views