Ini Upaya Pemkab Kuansing Tingkatkan Hasil Produksi Padi di Tengah Keterbatasan Infrastruktur
SiberZone.id, Kuansing - Di tengah keterbatasan infrastruktur pertanian, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi padi dari tahun ke tahun. Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Kuansing melalui Dinas Pertanian (Distan) sudah membuahkan hasil.
Saat ini, luas lahan sawah di Kuansing mencapai 6.619 hektare. Dari luasan tersebut, 3.874,1 hektare merupakan sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanam satu kali dalam setahun. Sedangkan sisanya sudah bisa ditanam dua kali atau tiga kali dalam setahun.
"Untuk bisa ditanam dua kali atau tiga kali dalam setahun, dibutuhkan insfrastruktur yang memadai, terutama irigasi. Sementara, sebagian besar daerah irigasi kita mengalami kerusakan," ujar Bupati Kuansing, Mursini baru-baru ini. Hal ini juga disampaikan Mursini dalam rapat paripurna DPRD Kuansing pada 18 Mei 2021 lalu.
Kendati demikian, Distan Kuansing terus berupaya mengatasi persoalan itu dengan cara membangun irigasi air tanah dalam atau sumur bor melalui dana alokasi khusus (DAK). Tahun 2020, Kuansing mendapat tiga unit alokasi pembangunan sumur bor. Kemudian, di tahun yang sama Pemkab Kuansing mendapat rehabilitasi jaringan irigasi tersier dari APBN seluas 1.000 hektare.
"Kita terus berupaya untuk mengembangkan IP200, melalui bantuan benih dan pupuk. Selain itu, kita terus memotivasi petani untuk menerapkan pola tanam jajar legowo. Pola ini terbukti dapat meningkatkan produksi 20 persen dibandingkan dengan pola konvensional," papar Mursini.
Mursini pun berharap, ke depan semua areal persawahan di Kuansing bisa menerapkan IP200 agar kebutuhan beras di dalam daerah bisa terpenuhi. Bahkan, tak tertutup kemungkinan, Kuansing bisa menjadi lumbung berasnya Riau.
"Kuansing ini tanahnya bagus dan subur. Jika infrastruktur memadai dan lahan dikelola secara baik, bukan tak mungkin Kuansing jadi lumbung beras," kata Mursini.(Adv)
- 320296 views