Skip to main content
x
Kasus Penganiyaan dan Penyerangan RS Bandung, Kapolrestabes Medan: Ditangani Polda Sumut(Sbz/002)

Kasus Penganiyaan dan Penyerangan RS Bandung, Kapolrestabes Medan: Ditangani Polda Sumut

SiberZone.id, Medan - Berkas perkara kasus penganiyaan penyerangan rumah sakit Bandung, yang melibatkan segerombolan polisi berpangkat Bripda telah diserahkan ke Polda Sumut.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polda Sumut.

"Yang rumah sakit Bandung sudah ditangani oleh Ditreskrimum Polda, laporannya sudah ditarik ke sana," kata Valentino kepada Tribun-medan, Minggu (13/11/2022).

Ia mengungkapkan bahwa, seluruh para personel kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus tersebut juga telah dibawa dan di tahan di Polda Sumut.

"Sudah dibawa ke Polda, kita serahkan semua," sebutnya.

Namun, saat ditanyai perkembangan kasus dan berapa orang yang saat ini ditahan, Valentino masih enggan menjawab.

"Silahkan dicek ke sana (Polda), sudah kita serahkan," bebernya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan saat ini ada tujuh polisi berpangkat Bripda yang diamankan karena diduga terlibat langsung.

Adapun tujuh personel itu yakni Bripda Tito Imanuel Tampubolon, Bripda JAH, Bripda ALP, Bripda MF, Bripda PF, Bripda YA dan Bripda DS.

Diketahui, segerombolan polisi berpangkat Bripda ini menyerang perawat RS Bandung bernama Wanda, pada Minggu 6 November lalu sekitar pukul 05:00 WIB.

Informasi awal pemicunya karena pihak RS Bandung membawa pergi Ayu, perawat perempuan yang sempat dikurung di kamar hotel di Jalan Gajah Mada oleh Bripda Tito. Ayu dikurung di kamar setelah Bripda Tito dan tiga wanita lainnya mabuk-mabukan di sebuah klub malam di Medan.

Namun belakangan Polda Sumut menyebut penganiayaan itu karena Bripda Tito tak terima dikatain mirip satpam. Padahal ia sudah gagah menyebut seorang personel Polisi.

Perkataan itulah yang dianggap sebagai penghinaan oleh Tito sehingga ia mengabarkan kepada ratusan rekan seangkatannya melalui grup WhatsApp untuk mencari satpam RS.(Sbz/0097)