Skip to main content
x
Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Bengkulu dengan tema 'Peran Pustakawan dalam Mendukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial' di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (25/06/24).Foto : Erin Andani

Musda Ke-VII IPI Provinsi Bengkulu Dalam Mendukung Transpormasi Berbasis Inklusi Sosial

 

 

Siberzone.id - Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Ikatan Pustakawan  Indonesia (IPI) Provinsi Bengkulu dengan tema 'Peran Pustakawan dalam Mendukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial' di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (25/06/24).

Dalam kesempatan ini, Pembina PD IPI Bengkulu H. Meri Sasdi, M.Pd., mengatakan, Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII ini merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi Ikatan Pustakawan  Indonesia (IPI) sebagai mitra utama Pemerintah.

"Maka pemerintah Provinsi Bengkulu Bapak Gubernur Bengkulu Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA., mensupport penuh organisasi profesi ini agar betul-betul profesional menjadi mitra utama Pemerintah dalam pembangunan literasi perpustakaan di Provinsi Bengkulu," ucapnya.

Lanjutnya, karena tugas kedepan tantangan dan kemajuan zaman, bagaimana itu peningkatan indeks literasi masyarakat gemar membaca serta program-program profesi. Ada program satu Desa satu perpustakaan yang berbasis inklusi sosial dan juga akreditasi perpustakaan berbagai tingkatanya.

"Kalau hanya dengan pemerintah saja lebih berat, Insya Allah dengan organisasi IPI akan lebih mudah dan sukses kedepanya," lanjutnya.

Untuk di daerah Sekolah Dasar, SMP bagaimna tanggungjawab penuh kabupaten/kota, sedangkan untuk SMA yang sekolah nanti profesi. Bahkan perpustakaan khusus sebagai contoh, perpustakaan Bank Indonesia sudah terakretasi A.

"Ini menandakan agar harapan kita perpustakaan terakreditasi A, karena tujuan kita untuk program transpormasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," pungkas Meri Sasdi juga selaku Kepala DPK Prov Bengkulu.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli