Skip to main content
x
Pemkab Bengkulu Selatan Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Layak Anak

Pemkab Bengkulu Selatan Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Layak Anak

Siberzone.id -- Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan wilayahnya sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Berbagai program dan kebijakan yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak digencarkan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

 

 

Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkab menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, hingga media massa untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bengkulu Selatan menegaskan bahwa upaya mewujudkan KLA tak sekadar administratif, tetapi juga menyangkut perubahan budaya dan pola pikir masyarakat.

“Kami mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam lima klaster KLA, mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus bagi anak-anak yang rentan,” ujarnya.

Sebagai bentuk konkret, Pemkab telah membentuk dan mengaktifkan Forum Anak Daerah sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi serta terlibat dalam proses pembangunan.

Bupati Bengkulu Selatan dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa dampak nyata program KLA harus dirasakan langsung oleh anak-anak.

“Kami ingin menciptakan Bengkulu Selatan yang ramah anak. Tidak boleh ada lagi kekerasan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan. Anak-anak adalah aset masa depan, mereka wajib dibimbing dan dilindungi,” tegasnya.

Pada 2024, Bengkulu Selatan meraih predikat Pratama Kabupaten Layak Anak. Tahun ini, Pemkab menargetkan peningkatan status ke tingkat Madya. Penguatan indikator terus dilakukan, termasuk penyediaan ruang ramah anak, sekolah ramah anak, pelayanan kesehatan anak, serta sistem pelaporan dan penanganan kasus berbasis digital.

Dukungan masyarakat dan tokoh agama turut memperkuat upaya ini, melalui kampanye pengasuhan positif, pendidikan tanpa kekerasan, serta peran keluarga dalam membentuk karakter anak. (Adv)