Pemprov Bengkulu Targetkan Pelaksaan Pengerjaan DDTS Awal Tahun 2025
Siberzone.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, S.Sos., M.Si., mengatakan pengerjaan penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Dusun Besar Kota Bengkulu ditargetkan akan dilakukan pada awal tahun 2025 mendatang.

Dikatan Isnan, Focus Group Discussion (FGD) II akan dilakukan dalam waktu dekat guna tindak lanjut dari FGD I yang telah dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI terkait kawasan wisata DDTS pada tanggal 7 Juni lalu.
"FGG II akan dilaksanakan bulan Juli nanti, dan target lelangnya paling lama akhir tahun 2024 ini, sehingga pengerjaan sudah bisa dilaksanakan pada awal tahun 2025 mendatang," kata Isnan, Selasa (18/06/2024).
"FGD kedua nanti akan dilaksanakan sekitar bulan Juli. Sedangkan target lelang paling lambat akhir tahun 2024, sehingga pekerjaan sudah dapat dilaksanakan pada awal tahun 2025 mendatang," kata Sekda Isnan.
Isnan menjaskan, untuk teknis penataan dan pengelolaan DDTS ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu bersama Dinas teknis, meliputi Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM.
"Kita sudah bagi tugasnya, terkait dengan kewenangan itu di Dinas Pariwisata, tim koordinasinya tetap dari Bappeda, kemudian urusan infrastruktur dari PUPR, lalu urusan pedagang, dan untuk UMKM/IKM tetap dinas Perindag dan Dinas Koperasi UMKM," jelas Isnan.
Dalam perencanaan penataan kawasan DDTS, beberapa sektor yang berpotensi memberikan PAD diantaranya tepat parkir demgan kapasitas daya tampung parkir sebanyak 245 mobil dan 320 motor per hari dan penerapan jam operasionalnya dari jam 05.00 - 21.00 WIB pada hari biasa, dan jam 05.00 - 23.59 WIB di akhir pekan, prediksi pendapatan parkir sekitar Rp243 juta per bulan.
Kemudian ada fasilitas Panggung Gedang untuk pertunjukan event rutin yang diselenggarakan di kawasan DDTS. Panggung yang dirancang tersebut dengan kapasitas 400 pengunjung dan diprediksi akan berkontribusi pada PAD sebesar Rp32 juta.
Prediksi penerimaan daerah juga bisa diperoleh dari sewa kios. Diketahui akan ada 18 kios souvenir dan 18 kios kuliner di tempat ini dengan perkiraan PAD sekitar Rp54 juta per bulan.
Lalu fasilitas lainnya yang berpotensi memberikan penerimaan daerah seperti fasilitas olahraga air berupa perahu dayung, kano dan bebek kayuh, serta sport touris di kawasan DDTS yang akan membuka peluang diselenggarakannya event olahraga air untuk menarik wisatawan dan komunitas.
Termasuk keberadaan fasilitas jogging track juga membuka peluang diselenggarakannya event olahraga running yang memberikan peluang penerimaan. Di samping itu, akan dibangun Panggung Kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai area olahraga indoor komunitas seperti yoga, zumba dan lain-lainnya.
Reporter : Erin Andani
Editor : Nur leli
- 250039 views