Pertamina Pastikan Penyaluran BBM di Bengkulu Kembali Normal
Siberzone.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu telah kembali normal. Kondisi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat terjadi beberapa hari terakhir kini tidak lagi terlihat.
"Alhamdulillah, seperti bisa dilihat saat ini di SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu, stok Pertalite tersedia, tidak ada antrean kendaraan, dan semua berjalan normal. Kondisi ini juga terjadi di SPBU lain di wilayah Bengkulu," ujar Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, pada Jumat (31/5/2025).
Pertamina sebelumnya menargetkan waktu empat hari untuk normalisasi pasokan BBM pasca-gangguan distribusi. Namun, pada hari kedua yakni 29 Mei 2025, pasokan sudah kembali memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina menambah jumlah truk tangki BBM dari 50 unit menjadi 64 unit. Hal ini membuat volume penyaluran Pertalite meningkat signifikan.
"Rata-rata konsumsi Pertalite di Bengkulu sekitar 600-650 kiloliter per hari. Pada 27 Mei, penyaluran mencapai lebih dari 700 kiloliter, bahkan pada 28 Mei kami salurkan hingga 800 kiloliter per hari. Dampaknya langsung terasa, antrean sudah tidak ada," jelas Farid.
Sementara itu, distribusi BBM jenis Pertamax tetap dilakukan sesuai kebutuhan harian yakni sekitar 200 kiloliter.
Farid juga menekankan bahwa Pertamina akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi pasokan BBM setiap hari. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Sebelumnya, Bengkulu mengalami kelangkaan BBM akibat terganggunya distribusi melalui jalur laut. Pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai membuat kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar, memaksa Pertamina menyalurkan BBM melalui jalur darat dari provinsi tetangga.
Pasokan BBM Bengkulu kini disuplai dari tiga titik utama: Teluk Kabung di Sumatera Barat (jarak tempuh 26 jam), Lubuk Linggau (12 jam), dan Lampung untuk wilayah Bengkulu Selatan (18 jam).
Meski menghadapi tantangan logistik, Pertamina menyatakan komitmennya untuk menjaga pasokan energi di Bengkulu. Terminal BBM juga dioperasikan 24 jam penuh guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.
"Kami pastikan distribusi terus dimaksimalkan. Masyarakat tidak perlu khawatir, BBM tersedia dan bisa dibeli secara wajar di SPBU," tutup Farid.
Reporter : Monica Anggraini
Editor : Nur Leli
- 250092 views