Skip to main content
x
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bengkulu tahun 2024. Foto : Erin Andani

Perwakilan BKKBN Prov Bengkulu Gelar Rakerda, Fokus Penurunan Stunting Di Prov Bengkulu

Siberzone.id - Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bengkulu tahun 2024 dengan tema 'Peningkatan Sinergitas, Strategi dan Konsistensi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting' di hotel Mercure Bengkulu, Rabu (08/05/24).

 

Rakerda ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu Dr. Rosjonsyah, dibuka langsung oleh Kepala BKKBN RI Dr. Hasto Wardoyo, Bupati,  Walikota atau yang mewakili, Forkopimda Prov Bengkulu, kepala OPD serta para tamu undangan lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, SH., MH., mengatakan, sebagai instansi yang mengemban sebagian tugas BKKBN di Provinsi, baik itu program pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, keluarga berencana, hingga percepatan penurunan stunting. Dalam hal program percepatan penurunan stunting, pihaknya telah mengakomodir sekretariat percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.

"Terbentuknya TPPS mulai dari tingkat Provinsi  hingga ketingkat desa/kelurahan. Selain itu, telah membentuk dan melatih Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 1807 tim atau sejumlah 5421 orang dimana terdapat 3 orang di masing-masing desa/kelurahan. Serta merengkut satgas stunting yang bekerja mendampingi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat Provinsi hingga kabupaten/kota," ucapnya.

"Sebagai upaya mempercepat penurunan stunting, pihaknya juga mengupayakan pengelontaran DAK Subbidang KB yang turut membiayai program percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota. Serta dalam upaya menurunkan kemiskinan eksrem, pihaknya juga tunduk dan patuh pada instruksi Presiden dengan Pemutakhiran Data Keluarga yang diambil by name by address," tambahnya.

Berdasarkan hasil release Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka prevalensi stunting dari 22,1 persen menjadi 19,8 persen atau turun sebasar 2,3 persen. Upaya ini tidak terlepas dari sinergitas dan kerja sama yang baik antar lintas sektoral.

"Keseriusan ini diharapkan dapat menurunkan target penurunan stunting di Provinsi Bengkulu hingga mencapai 12,55 persen pada tahun 2024. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi kinerja serta merumuskan strategi dan kebijkan pada tahun 2024 melalui Rakerda," pungkasnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli