Rakerprov Sukses, Seluruh Peserta Sepakat Musprov KONI Bulan Desember
Foto : Plt Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Sanuludin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman, dan beberapa pengurus KONI Provinsi Bengkulu saat memimpin Rakerprov.

Siberzone.id, Bengkulu - Sesuai rencana, pelaksanaan Rakerprov KONI Provinsi Bengkulu resmi di buka pada hari Rabu, Tanggal 19 Mei 2021 di Lantai Dua Hotel Mercure Kota Bengkulu.
Ketua panitia Rakerprov KONI Provinsi Bengkulu, Bayu Rifwanda, via WhatsApp, Jum'at, 21 Mei 2021 kepada wartawan siberzone.id, menjelaskan bahwa, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, Rakerprov itu tidak membahas Musprovlub.
"Rakerprov (Rapat Kerja Provinsi) itu fokusnya adalah untuk persiapan PON, dan persiapan pelaksanaan olahraga lainnya, walau dilaksanakan secara zoom meeting, acara tetap berjalan lancar," buka Bayu.
Dalam Rakerprov, sambung Bayu, yang dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Ketua Umum KONI Pusat, dan peserta rapat, yang dilaksanakan secara zoom meeting, disepakati ada 15 cabor yang akan ikut PON Papua.
"Selanjutnya dibahas juga tentang Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) yang akan dilaksanakan pada 2022, menerima anggota KONI yang baru, yang mengajukan permohonan sebagai anggota dan saat raker, ada sekitar 12 cabor yang mendaftarkan diri sebagai anggota baru. Karena anggota baru yang tidak disahkan, nanti ketika di musprov mereka tidak memiliki suara, hanya sebagai peninjau," tambah Bayu.
Masih menurut Bayu, Arahan dari Ketum KONI Pusat adalah agar Plt untuk fokus pada pelaksanaan PON Papua.
"Musprov KONI dilaksanakan di bulan Desember, dan tidak akan pernah ada musprovlub karena habisnya Plt dan pengurus yang lain adalah di bulan Desember, dan pembahasan di Rakerprov final bahwa musprov itu di bulan Desember, dan semuanya peserta telah sepakat," tegas Bayu.
Jika kita berbicara anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang menjadi pertanyaan kawan-kawan mengapa mesti zoom meeting, yang bisa jawab adalah di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga itu dikatakan apabila terjadi keadaan force mayor, seperti komunikasi lumpuh, bencana alam, pandemi itu bisa diambil langkah-langkah untuk kesinambungan organisasi, KONI pusat dalam raker nya juga melalui zoom. Artinya yang kita kan di daerah ini dilakukan juga di koni Pusat, kedua bisa disampaikan juga gugus tugas covid Provinsi Bengkulu memberikan rekomendasi untuk raker ini dilaksanakan secara zoom meeting dan itu ada suratnya, ungkap Bayu.
Dan ada lagi pertanyaan yang mesti kita jelaskan, ujar Bayu, mengapa bahan untuk Rakerprov itu diberikan mendadak.
"Bisa disampaikan bahwa pernyataan mendadak itu tidak benar karena kita sudah menyampaikan sebelum puasa itu di kirimkan surat pemberitahuan kepada peserta raker dan kemudian disusul dengan memberikan bahan-bahan tatib, jika kita hitung sebelum bulan puasa itu waktunya lebih dari 16 hari padahal aturannya adalah sekurang-kurangnya paling lama 16 hari pemberitahuan itu sampaikan dan selambatnya 7 Hari bahan-bahan raker telah diberikan dan apa yang dilakukan panitia bahan itu diberikan jauh lebih dari ketentuan yang ada dan itu bisa dibuktikan dengan tanda terima surat dari cabor/konida," sambung Bayu
Saya jelaskan, lanjut Bayu, dari 50 peserta, yang hadir itu 45 dari perwakilan cabor dan konida.
"Adapun lima peserta yang tidak menghadiri rakerprov secara online yaitu:
1. KONI Kaur,
2. Ikatan Motor Indonesia (IMI),
3. Taekwondo,
4. Perbakin,
5. Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI)," tutup Bayu.
15 cabor yang ikut PON Papua adalah :
1. Angkat besi
2. Binaraga
3. Gulat
4. Tenis lapangan
5. Muaythai
6. Billiard
7. Tinju
8. Selam
9. Panjat tebing
10. Karate
11. Silat
12. Kempo
13. Voli
14. Bulutangkis
15. Renang. (S1000).
- 321075 views