Skip to main content
x
Presiden Direktur LeKAD Frentindo, ST (Poto: siberzone.id)

Sejumlah Tokoh Dirikan LeKAD, Frentindo: Siap Menampung Aspirasi Masyarakat

Siberzone.id, Bengkulu - Provinsi Bengkulu dengan beragam persoalan daerah dan potensi yang masih banyak belum tergali menjadi dasar pemikiran sejumlah tokoh di Bengkulu untuk mendirikan sebuah Lembaga Kajian yang diberi nama LeKAD.

Menurut Presiden Direktur, Frentindo, ST, LeKAD merupakan singkatan dari Lembaga Kajian Aspirasi Daerah, yang menjadi wadah untuk mengkaji isu hangat yang merupakan aspirasi masyarakat setiap harinya.

"Bengkulu banyak memiliki kader dan SDM yang bisa dihandalkan itu sudah jelas,” kata Frentindo.

Sudah banyak tokoh-tokoh besar nasional yang berasal dari Bengkulu, sambung Frentindo, namun terkadang setelah eksis di level nasional, belum banyak dirasakan masyarakat untuk kembali membangun Bengkulu misalnya dari aspek keterikatan kedudukan atau jabatan tokoh tersebut, namun tentunya tokoh-tokoh Bengkulu yang eksis di Nasional juga pasti menjadi kebanggaan bagi masyarakat  di daerah. 

"Persoalan mendasar lainnya yaitu bargaining posisi Bengkulu di level nasional sering terabaikan karena kita adalah Provinsi kecil yang hanya berpenduduk 2,7 juta jiwa saat ini, dan kadang luput dari perhatian banyak pihak," ungkapnya.

Ditegaskan Frentindo, hal yang juga mendasari kesamaan cara pandang sahabat-sahabat di Bengkulu sehingga sepakat untuk mendirikan lembaga ini.

"Terutama yang bisa menjadi investasi pemikiran baik kepada Daerah Bengkulu sendiri, dan sumbangsih pemikiran kepada Bangsa dan Negara,” papar Frentindo, Senin, 21 Februari 2022.

Sementara itu, Anugerah Wahyu, SH yang dinobatkan para tokoh pendiri LeKAD sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend), menjelaskan saat ini sedang mematangkan segala sesuatu yang berkaitan pendirian Badan Hukum LeKAD sebgai Lembaga Kajian yang independen dan bukan profit. 

“Kita memiliki kesamaan tekad untuk menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang baik kepada daerah dan kepada bangsa ini secara intelektual yang dimiliki baik dari sisi keilmuan, pengalaman, dan berdasarkan nilai-nilai kearifan di Bengkulu untuk mewarnai perjalanan hidup bangsa ini ke depan," ujarnya.

Metode yang digunakan nantinya menurut Wahyu, bisa melalui tulisan, seminar, penelitian, survey publik dan akan menyalurkan kajian aspirasi ini kepada pihak atau lembaga lain yang terkait, termasuk bersurat langsung kepada Presiden RI apabila itu diperlukan.

 "Karena ini Lembaga Aspirasi tentu yang kita utamakan kepentingan rakyat," tambah Wahyu  saat ditemui di Graha Media Jawara di Jalan Musi Padang Harapan Kota Bengkulu, yang juga digunakan sebagai Sekretariat Lembaga LeKAD saat ini. 

.

Sebagai langkah awal berdirinya LeKAD, Wahyu juga menjelaskan saat ini pihaknya masih mematangkan secara internal dahulu terkait dengan status badan hukum pendirian Lembaga serta program-program yang akan dilaksanakan. 

“Iya betul sekali, kita harus menjadi sebuah Lembaga yang kredibel untuk mengangkat tema aspirasi daerah sebagai misi utamanya. Tentu status Badan Hukum Lembaga ini akan kita selesaikan secepatnya, dan Alhamdulillah, para pendiri telah menyepakati struktur awal organisasi LeKAD yang akan dicantumkan dalam AD/ART LeKAD” jelas Wahyu kepada media ini sambil menunjukkan susunan Kepengurusan LeKAD yang baru terbentuk.

Terkait soal proses pengesahan Badan Hukum ini lanjut Wahyu, tidak menjadi batasan kepada struktur sementara yang telah dibentuk untuk bisa memulai kajian-kajiannya melalui tulisan yang diekspos di media. (S1000).