Tak Terima Tudingan Lismidianto Soal WTP, Gusril: Buktikan Saja
Foto : Mantan Bupati Kaur Gusril Pausi.
Siberzone.id, Bengkulu - Mantan Bupati Kaur Gusril Pausi meradang, pasalnya WTP yang beliau dapatkan selama menjadi kepala daerah itu dikarenakan ada Sogokan.
Melalui sambungan WhatsApp, beliau tidak menerima apa yang di tudingkan oleh bupati kaur saat ini, Lismidianto.
"Saya dapatkan itu karena memang Kaur pantas mendapatkannya, dan semua seperti apa yang dikatakan oleh juru bicara BPK yang diangkat oleh media siberzone.id, Lismidianto Tuding WTP dari BPK RI Dimasa Gusril Pausi, Karena Sogokan," ungkap Gusril, Kamis, 27 Mei 2021.
Seharusnya, tambahnya, Bupati saat ini memberikan support dan mengusahakan agar apa yang telah dicapai oleh Bupati terdahulu menjadi lebih baik pada saat dia memimpin saat ini.
"Bukan malah menuduh yang tidak-tidak, dan yang direndahkannya justru Lembaga negara, dan saya tidak tau apa motivasi bupati yang baru ini, kalau memang dendam dengan saya, jangan kemudian apa yang dilakukan salah semua, sekarang buktikan saja kalau WTP yang saya dapatkan itu karena sogokan," ujarnya.
Pakar komunikasi publik Universitas Bengkulu, Azhar Marwan juga turut menyesalkan statement yang dikeluarkan Lismidianto tersebut.
"Sebagai pemimpin hendaknya beliau merangkul, bukan bertindak arogan, jangan sampai apa yang terjadi nanti, tidak ada lagi orang yang mengingatkan dia di sekelilingnya, hanya ada orang-orang yang akan cari muka, maka itu akan membahayakan dirinya sendiri, sudah banyak yang terjadi, buktikan saja kalau beliau memang lebih baik dari bupati sebelumnya, dan tindakan merendahkan lembaga negara yang dibentuk oleh undang-undang itu tindakan yang sangat berbahaya," tegas Azhar Marwan.
Dosen FISIP ini juga menyayangkan apa yang dilakukan oleh Bupati Lismidianto saat membuang STNK, padahal yang dilakukan itu di depan umum.
"Sangat arogan dan tidak patut dilakukan oleh seorang pemimpin, yang harusnya mengayomi, bukankah bisa dengan cara yang lebih baik," tutup Azhar Marwan.
Diketahui, video viral saat bupati kaur Lismidianto membuang STNK yang diduga sudah mati pajak. (S1000).
{"preview_thumbnail":"/sites/default/files/styles/video_embed_wysiwyg_preview/public/video_thumbnails/Wf9gzxyQ0SI.jpg?itok=M97iFhtC","video_url":"https://youtu.be/Wf9gzxyQ0SI","settings":{"responsive":1,"width":"854","height":"480","autoplay":1},"settings_summary":["Embedded Video (Responsive, autoplaying)."]}
- 321820 views