Tidak Ada Pencoretan Cabor, Penerimaan Siswa Baru SKO Sesuai Kebutuhan
Foto : Plt. Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Provinsi Bengkulu Dr. Syarifudin, M.Si

Siberzone.id, Bengkulu - Tiga Cabor Unggulan di PON Dicoret di SKO (SMA Negeri Keberbakatan Olahraga) adalah tidak benar.
Kepada wartawan Siberzone.id, Jum'at, 4 Juni 2021, Kadispora Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, S.Ag, MM., melalui Plt. Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Provinsi Bengkulu Dr. Syarifudin, M.Si., menyatakan bahwa tidak ada satupun cabang olahraga yang dicoret.
"Tidak benar, jika dikatakan bahwa SKO mencoret 3 cabang olahraga unggulan PON," ungkap Syarifudin.
Lanjutnya, saat ini dari 15 cabang olahraga yang diajarkan di SKO, untuk tahun ini memang hanya diterima pendaftaran 10 cabang olahraga.
"Kondisi ini dikarenakan,10 cabor tersebut membutuhkan penambahan atlit/siswa agar pembinaan dapat dilakukan (minimal sesama atlit dapat sparing/ cukup lawan tanding, untuk lengkapnya jumlah atlit, berikut ini:
Data cabor siswa SKO kelas 2 -3 thn 2021 :
1. Wushu 2 siswa/atlit
2. Tinju 1 siswa/atlit
3. Tenis meja 2 siswa/atlit
4. Taekwondo 3 siswa/atlit
5. Senam 2 siswa/atlit
6. Renang 4 siswa/atlit
7. Pencak silat 4 siswa/atlit
8. Sepak takraw 4 siswa/atlit
9. Atletik 7 siswa/atlit
10. Futsal 7 siswa/atlit," jelasnya.
Dari 15 cabor, lanjut Syarifudin, yang terdaftar siswanya di SKO, untuk tahun ini kita meluluskan 22 siswa dan merekrut 32 siswa dari 10 cabor.
"Dengan alasan dilakukan pemetaan cabor untuk focus pembinaan cabang unggulan agar memperoleh emas dari atlit putra putri daerah, terhadap cabor yang direktur berikut pertimbangan :
1. Menutupi kuota siswa yang lulus dari cabor-cabor terdaftar
2. Memenuhi kuota cabor (1 pelatih 4-5 siswa) kondisi saat ini ada 1 cabor hanya 2 siswa
3. Mengoptimalkan program pembinaan atlit/siswa yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran agar dapat dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.
Kondisi saat ini, ulas Syarifudin, ada 8 cabor yang atlit/siswa binaan SKO jumlahnya sangat minim 2-3 orang, dan sangat tidak memungkin bila tidak diisi oleh siswa baru.
"Kuota ideal 1 pelatih membina 4-5 atlit/siswa, namun demikian, 15 cabor di SKO tetap di bina, dan penerimaan siswa baru dilaksanakan berdasarkan kondisi jumlah siswa yang tidak berimbang, menumpuk pada salah satu cabor, dan untuk cabor unggulan PON sudah cukup kuota, sehingga tidak dibuka pendaftaran, berikut data siswa pada tahun 2021:
1. Sepak Bola 11 siswa/atlit
2. Gulat 11 siswa/atlit (unggulan PON)
3. Karate 8 siswa/atlit
4. Angkat Besi 7 siswa/atlit (unggulan PON)
5. Volly (indor & pasir) 16 siswa/atlit," imbuhnya.
Masih dalam penjelasannya, Syarifudin mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang harus diambil oleh pihak terkait mengenai pendaftaran siswa SKO untuk tahun ajaran 2021.
"Beberapa pertimbangan penerimaan siswa yang diambil:
1. Memperhatikan siswa yang sudah lulus
2. Memenuhi formasi jumlah siswa yang kuota pembinaannya tidak seimbang
3. Mengoptimalkan ketersediaan anggaran berdasarkan pemetaan prestasi cabor unggulan.
Dan bila ada atlit binaan pengprov saat ini usia tamat SMP silahkan usulkan ke SKO dan Dispora agar bisa kami masukkan sebagai atlit prioritas," pungkas Syarifudin. (S1000).
- 322257 views