Skip to main content
x

Undang Sumbaga : Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Menteri Bahlil

Foto : Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Terpilih Undang Sumbaga

 

SiberzoneidBengkulu - Setelah dilantik oleh presiden Jokowi menjadi Menteri Investasi hari ini, Rabu (28/4/2021). Undang Sumbaga sebagai Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Bengkulu, langsung mengucapkan selamat dan sukses via pesan whatsapp kepada menteri Bahlil Lahadalia. 

Undang berharap dengan dilantiknya Bahlil Lahadalia sebagai menteri investasi, investasi dapat hadir di Bengkulu, sehingga pembangunan dapat merata di Indonesia. 

"Kami sebagai pengusaha di Daerah berharap investasi dapat dilakukan, distribusi secara merata ke seluruh daerah Indonesia, khususnya Bengkulu," buka Undang Sumbaga. 

Dengan potensi Bengkulu yang sangat melimpah, Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Bengkulu ini, sangat yakin akan semakin banyak investasi yang masuk. 

"Beberapa potensi unggulan seperti ikan laut, batu bara, pasir besi, kelapa sawit dan karet," tambah Undang.

Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut, pihaknya bakal menggenjot target investasi Rp 900 triliun tahun ini, setelah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengalami perubahan nomenklatur menjadi kementerian. 

"Bukan sembarang investasi, target tersebut harus dipenuhi oleh investasi yang berkualitas, dan berimbang antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa," ucap Menteri yang juga mantan ketua umum BPP HIPMI.

Bahlil menegaskan bahwa, Presiden memerintahkan bagaimana target terealisasi Rp 900 triliun pada tahun ini, investasi harus berkualitas.

"Dan harus dorong investasi tidak hanya di Pulau Jawa, tapi di luar Pulau Jawa," kata Bahlil dalam konferensi virtual.

Sepanjang kuartal I 2021, tambah Bahlil, sebaran investasi dari PMA dan PMDN sudah unggul di luar Pulau Jawa dengan porsi mencapai 52,1 persen. Total investasi di luar Jawa mencapai Rp 114,4 triliun atau naik 11,7 persen. 

"Sementara di Pulau Jawa sebesar Rp 105,3 triliun dengan porsi 47,9 persen atau turun -2,7 persen," sebut Bahlil.

Selain itu, lanjut Bahlil, Presiden memerintahkan menteri yang baru dilantik tersebut untuk mengurus semua pengusaha tanpa memandang tingkatannya, baik pengusaha besar, pengusaha kecil dan menengah, pengusaha asing, hingga pengusaha nasional. 

"Perintah Presiden, kami harus mengurus pengusaha semuanya, tidak boleh hanya mengurus negara tertentu saja, atau satu daerah tertentu saja. Semua rata berdasarkan aturan," sebut Bahlil. 

Kemudian, ucap Bahlil, perizinan investasi harus didesain semudah mungkin. 

"Sebab menahan izin sama dengan menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Menahan izin sama dengan menahan penciptaan lapangan pekerjaan. (S1000).