Skip to main content
x
Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos, MPH., mengimbau semua masyarakat Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama mencegah terjadinya penyakit TB. Sebab TB merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi konsen antisipasi dan pencegahan dari pemerintah. Foto : Erin Andani

Dinkes Provinsi Bengkulu Catat 1.647 Kasus TBC Hingga Juli 2024

Siberzone.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu hingga Juli 2024 mencatat 1.647 kasus Tuberkulosis (TBC). Temuan tersebut  baru mencapai 21 persen dari target temuan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebesar 7.772 kasus.

 

 

Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, angka tersebut masih sangat kecil, sebab pada tahun 2023, total penemuan kasus TB di wilayah ini hanya mencapai 46 persen atau 3.737 kasus dari target yang ditetapkan oleh pusat, yaitu 81 persen dari target temuan mencapai 8.198 kasus. 

Dengan hal tersebut, Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos, MPH., mengimbau semua masyarakat Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama mencegah terjadinya penyakit TB. Sebab TB merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi konsen antisipasi dan pencegahan dari pemerintah. Sehingga butuh peran semua pihak untuk ikut terlibat mencegah penyakit ini. 

"Penyakit TB ini adalah salah satu penyakit menular yang menyebabkan produktivitas seseorang menurun, dan di Bengkulu penyakit ini masih termasuk tinggi, jadi kita mengimbau semua masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyakit TB ini," kata Redhwan, Minggu (28/07/2024).

Dijelaskan Redhwan, jika penyakit TB merupakan penyakit yang cepat menyebar dan tidak terbatas usia untuk terinfeksi penyakit ini, sehingga sangat dibutuhkan upaya optimal dalam mencegahnya. 

"Kalau TBC ini tidak melihat usia, orang tua bisa, anak dan orang dewasa bisa terinfeksi. Ini bukan penyakit keturunan, tapi salah satu penyakit menular," jelasnya.

Redhwan menambahkan, untuk para petugas kesehatan dan semua elemen masyarakat untuk bisa bersama-sama dalam mengenali gejala TB dan segera melakukan upaya pencegahan. 

"Kalau ada keluarga, sanak kita atau masyarakat sekitar yang mempunyai gejala-gejala TB  seperti batuk lebih dari 2 minggu dan berbulan-bulan tidak sembuh, segera diperiksakan. Supaya nanti jika positif bisa diberikan obat secara rutin yang bisa mengobati penyakit ini," tutupnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur Leli