Skip to main content
x
Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu Ruslian. Foto : Erin Andani

Dinkes Provinsi Bengkulu Catat 8.199 Orang Terinfeksi TBC Sepanjang 2024

Siberzone.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 8.199 orang terinfeksi penyakit tuberkulosis (TBC) sepanjang Januari hingga Mei 2024.

"Dari hasil survei yang sudah kami terima, terhitung mulai dari awal Januari sampai Mei 2024 ada sebanyak 8.199 orang terinfeksi penyakit tuberkulosis atau TBC," kata Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu Ruslian, Rabu (22/05/2024).

Ruslian menjelaskan, Kota Bengkulu menjadi wilayah terbanyak yang masyarakatnya terinfeksi TBC yakni dengan 2.131 kasus, disusul Rejang Lebong 1.181 kasus, Bengkulu Utara 1.078 kasus, Bengkulu Selatan 700 kasus, Seluma 653 kasus, Mukomuko 636 kasus, Kepahiang 561 kasus, Lebong 452 kasus, Kaur 422 kasus, dan yang paling sedikit ada di Bengkulu Tengah dengan 385 kasus.

"Masyarakat paling banyak terinfeksi TBC yakni Kota Bengkulu, dan yang paling sedikit Kabupaten Bengkulu Tengah, penyakit TBC ini disebabkan oleh faktor rokok serta kurangnya pencahayaan di rumah, dan pasien tuberkulosis di Provinsi Bengkulu didominasi oleh laki-laki dengan usia berkisar 17-50 tahun dan ada juga lansia yang ditemukan positif," jelasnya.

Penyebab penulatan bakteri TBC ini melalui droplet atau percikan cairan yang dihasilkan oleh saluran pernapasan, dimana seseorang dapat menularkan bakteri melalui bersin, batuk, berbicara, dan bernyanyi.

"TBC ini bisa menular melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan yang sudah terinfeksi, jadi kami mengingatkan untuk masyarakat melakukan etika batuk yang baik dan benar seperti tutup hidung dan mulut dengan menggunakan tisu atau sapu tangan atau lengan dalam baju ketika batuk dan bersin, lalu segera buang tisu yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah, cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol sesuai prosedur, yang paling penting gunakan masker," tutupnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli