Skip to main content
x
Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI, Sahono Budianto. Foto : Erin Andani

Gelar Forum Koodinasi, Sahono Budianto: Bengkulu memiliki potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar

Siberzone.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI gelar Rapat Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Bidang Kelautan dan Perikanan dengan tema "Penguatan Pengawasan dan Sinergitas Penegakan Hukum dalam Rangka Implementasi PP Nomor 11 Tahun 2023 dan PP Nomor 26 Tahun 2023" di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (08/05/2024).

 

Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI, Sahono Budianto mengatakan kegiatan ini dilakukan karena Provinsi Bengkulu termasuk menjadi salah satu wilayah kerja Pangkalan PSDKP Lampulo di Bandah Aceh.

"Provinsi Bengkulu ini kan termasuk wailayah kerja dari pangakalan PSDKP Lampulo di Bandah Aceh, jadi kami menyelenggarakan pertemuan koordinasi ini dengan melibatkan seluruh stakeholder di bidang pengawasan atau penegakan hukum di bidang Kelautan dan Perikanan," jelas Sahono.

Dikatakan Sahono, jika pihaknya melihat Bengkulu memiliki potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar, sehingga perlu untuk dijaga dan dilakukan pengawasannya.

"Untuk menghindari adanya kerusakan dan juga dampak dari pemanfaatan-pemanfaatan yang tidak sesuai ketentuan, sehingga kami berharap sumber daya yang ada di Bengkulu tetap bisa terjaga kelestariannya dan dinikmati oleh generasi yang akan datang," ungkapnya.

Ditambahkan Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Syafriandi S.E., S.T., M.Si., kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk menindak melainkan untuk menekankan pada regulasi sehingga nanti di Provinsi Bengkulu seluruh izin kapal dan Alat tangkap itu sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita ingin terima kasih kepada kepala pangkalan PSDKP Lampulo yang sudah mengadakan kegiatan ini di Provinsi Bengkulu, Insya Allah kita sudah berbenah di Provinsi Bengkulu tidak ada lagi bahasa troll dengan catatan bahwa alat tangkap mereka sesudah sesuai dengan tertangkap ya ramah lingkungan," tutup Syafriandi.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur Leli