Skip to main content
x
Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang di gelar oleh BKKBN Provinsi Bengkulu dengan tema 'Peningkatan Sinergitas, Strategi, dan Konsistensi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting' di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (08/05/24). Foto : Erin Andani

Hadiri Rakerda Percepatan Penurunan Stunting, Wagub Rosjonsyah Harapkan Ini

Siberzone.id - Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda)   yang di gelar oleh BKKBN Provinsi Bengkulu dengan tema 'Peningkatan Sinergitas, Strategi, dan Konsistensi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting' di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (08/05/24).

 

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Bengkulu Dr. Rosjonsyah, mengatakan, tahun lalu Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan anggka prevalensi stunting dari 19,8 persen menjadi 20,2 persen artinya ada kenaikan sekitar 0,4 persen ini adalah PR BKKBN Provinsi Bengkulu. Tapi kita perlu strategi, tidak bisa kita sendiri sehingga ada TNI/Polri  sudah kita angkat bapak angkat, Gapimda juga turun kebawah sama-sama pihak terkait intervensi bagaimna penurunan angka prevalensi stunting ini.

"Saya berharap selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Bengkulu sangat optimis penurunun stunting. Target itu bisa dikejar apabila kita secara konvergensi pencegahan stunting mulai dari pusat sampai ke daerah betul-betul optimis," ucapnya.

"Ini perlu penekanan serius, para pegawai harus bekerja maksimal memberikan pelayanan yang membutuhkan. Jadi kita bukan hanya bicara, tapi harus melakukan action lansung dengan dana yang ada itu bisa kita lakukan," tambahnya.

Sementara itu, ada 4 daerah yang turun signifikan angka stunting yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Lebong, Kebupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Utara. SKI 2023 menunjukan terdapat 4 kabupaten/kota yang mengalami penurunan angka prevalensi stunting, dengan penurunan angka prevalensi stunting sebesar 6,2%, dari 12,9% menjadi 6,7%.

Sedangkan 6 kabupaten yang mengalami kenaikan angka prevalensi stunting, yaitu Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Muko-Muko, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kaur, dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Kabupaten dengan kenaikan tertinggi adalah Kabupaten Rejang Lebong, dengan peningkatan sebesar 8,4%, dari 20,2% menjadi 28,6%.

"Saya menilai, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target. Oleh karena itu, diperlukan aksi bersama dari pemerintah pusat, daerah, serta lembaga masyarakat dan praktisi untuk mencegah stunting. Serta menekankan beberapa hal dalam akselerasi penurunan angka stunting tahun 2024, antara lain fokus kepada sasaran super prioritas, yaitu ibu hamil dan bayi hingga usia 2 tahun," pungkasnya.