Skip to main content
x
Launching Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2024/2025. Foto : Erin Andani

Gubernur Bengkulu Rohidin Hadiri Launching PPDB SMA/SMK/SLB TA 2024/2025

Siberzone.id - Launching Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2024/2025 dihadiri langsung Gubernur Bengkulu H. Rohidin untuk memastikan penerimaan siswa baru secara objektif dan terbuka di Aula Kantor Dikbud Provinsi Bengkulu, Rabu (12/06/24).

 

 

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bengkulu Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA., mengatakan, kegiatan Launching ini sungguh memiliki makna yang sangat strategis dan penting sekali dan ini mendapat perhatian dari semua pihak. Sehingga membutuhkan pemahaman dan keseriusan kita untuk melaksanakannya terkait dengan PPDB yang regulasinya sudah sangat jelas, sangat terinci untuk kita patuhi secara bersama.

"Bahwa jalaur penerima siswa baru bisa dilakukan melalaui apermasi, jalaur zonasi 60 persen, jalur prestasi, dan jalur kepindahan orang tua. Kalau jalur ini menuju satu tujuan, kita patuhi betul sesuai dengan kapasitas kemampuan kita tidak akan ada muncul persoalan apapun," ucapnya.

Saya memastikan untuk penerimaan siswa baru tahun ini dilakukan secara objektif dan terbuka. Regulasinya harus diatur dipatuhi dengan benar terutama terkait dengan zonasi.

"Harus menggunakan KTP dan KK asli orang tuanya, tidak boleh menggunakan KK titipan walaupun sudah lama. Jadi tetap menggunakan KTP dan KK orang tuanya. Kemudian prestasi harus jelas, prestasi bobotnya seperti apa agar hak anak itu betul-betul terpenuhi," lanjutnya.

Faktor zonasi ini harus memastikan bahwa yang berhak adalah yang memiliki jarak terdekat dengan sekolah. Dan ini untuk melakukan prinsip-prinsip keadilan. Kemudian terkait prestasi tolong akomulasi betul jenisnya, sehingga tidak mengalami perdebatan kedepanya. Inilah prinsip kita harus keterbukaan.

"Bukan orang tua yang menentukan prestasi melainkan sekolah. Orang tua hanya menunjukan bukti-bukti prestasi yang menilai adalah pihak sekolah, tapi cara nilainya harus ada aturan mainnya. Sehingga sekolah membutuhkan siswa berprestasi seperti apa yang dibutuhkan sekolah," jelasnya.

Untuk kemajuan sekolh itu harus punya identitas, karakteristik keunggulan masing-masing. Seperti sekolah A unggul dalam bidang Seni, maka prestasi seni dimasukan ke jalur prestasi yang punya keunggulan-keunggulan dibidangnya.

Yang menentukan sukses tidaknya anak-anak siswa sekalian bukan sekolah, tapi diri pribadi kita masing-masing. Dari sisi mana yang akan menunjukan keberhasilan anak-anak pertama adalah kemandirian yang termutivasi belajar.

"Ini yang penting kemandirian dan mutivasi belajar yang baik. Sebagus apapun sekolah kita kalau tidak punya atribut itu sulit untuk mencapai prestasi. Mutivasi belajar yang bagus dan kemandirian yang tinggi untuk mencapai prestasi," pungkasnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli