Skip to main content
x
uasana semarak menyelimuti Museum Negeri Bengkulu pada Rabu (30/7/2025), saat puluhan pelajar dari berbagai SMP sederajat se-Provinsi Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu Gelar Lomba Cerdas Cermat, Puluhan Pelajar Unjuk Wawasan Budaya

Siberzone.id -- Suasana semarak menyelimuti Museum Negeri Bengkulu pada Rabu (30/7/2025), saat puluhan pelajar dari berbagai SMP sederajat se-Provinsi Bengkulu memadati aula untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan pelajar dalam bidang sejarah dan budaya, sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan terhadap museum sejak usia dini.

Ketua Seksi Bimbingan Edukasi dan Publikasi Museum Negeri Bengkulu, Novarita, menjelaskan bahwa LCCM merupakan bagian dari 15 lomba yang digelar museum sepanjang tahun ini. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan, tetapi juga mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan keberadaan museum sebagai pusat edukasi kebudayaan.

“Tujuan utamanya adalah untuk lebih mendekatkan museum kepada masyarakat, serta memperluas pengetahuan mengenai kebudayaan daerah maupun nasional,” ungkap Novarita.

Tahun ini, LCCM diikuti oleh 20 tim dari berbagai SMP di seluruh Bengkulu. Materi lomba mencakup Sejarah Indonesia, sejarah lokal, budaya daerah dan nasional, serta informasi seputar museum. Tiga tim terbaik akan meraih gelar juara I hingga III, ditambah satu juara harapan. Para pemenang akan menerima piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

Novarita juga menyebutkan bahwa meskipun tahun ini lomba hanya diselenggarakan di tingkat provinsi, Museum Negeri Bengkulu menargetkan keikutsertaan dalam ajang tingkat nasional pada tahun mendatang.

“Biasanya LCCM ini sampai tingkat nasional, namun tahun ini hanya sampai tingkat provinsi. InsyaAllah tahun depan akan kembali digelar di tingkat nasional,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru pendamping dari SMP Negeri 1 Rejang Lebong, Iwangga Saputra, mengapresiasi pelaksanaan LCCM. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan siswa, khususnya dalam mengenal sejarah dan kearifan lokal.

“Kegiatan ini sangat positif. Jangan sampai museum dilupakan oleh generasi muda. Melalui lomba seperti ini, siswa bisa mengenal sejarah, benda-benda bersejarah, dan kearifan lokal yang ada,” ujarnya.

Iwangga juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan setiap tahun, sekaligus memberi kesempatan kepada sekolah-sekolah yang belum pernah berpartisipasi untuk turut ambil bagian.

 

Reporter : Monica A

Editor : Nur Leli