Skip to main content
x
Wisata Bengkulu Peninggalan Inggris - Belanda. Foto : Erin Andani

Sejarah Benteng Marlborough, Salah Satu Wisata Bengkulu Peninggalan Inggris - Belanda

Siberzone.id - Benteng Marlborough adalah salah satu peninggalan sejarah yang paling terkenal di Bengkulu. Benteng ini dibangun oleh British East India Company (Perusahaan Hindia Timur Inggris) pada tahun 1713 hingga 1719 di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Collett.

Benteng ini dinamai "Marlborough" untuk menghormati John Churchill, Duke of Marlborough, seorang jenderal Inggris yang terkenal.

Benteng Marlborough dibangun di atas bukit dengan pemandangan langsung ke Samudera Hindia. Benteng ini dirancang sebagai benteng pertahanan utama Inggris di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, menggantikan benteng sebelumnya yang hancur akibat serangan dari penduduk lokal. Benteng ini memiliki bentuk yang unik, menyerupai kura-kura dengan dua lapisan dinding pertahanan.

Bengkulu pada masa itu merupakan pusat perdagangan lada, yang merupakan komoditas berharga. Inggris mendirikan Benteng Marlborough untuk melindungi kepentingan dagangnya dan mempertahankan pengaruhnya di wilayah tersebut dari ancaman Belanda dan serangan lokal.

Inggris dan Belanda sering terlibat dalam konflik di wilayah ini, terutama terkait dengan perdagangan lada. Setelah beberapa kali perundingan dan pertukaran wilayah kolonial, akhirnya pada tahun 1824, melalui Traktat London, Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda sebagai bagian dari pertukaran untuk Singapura.

Setelah diserahkan kepada Belanda, Benteng Marlborough digunakan oleh Belanda sebagai pusat administrasi dan militer hingga masa kemerdekaan Indonesia. Benteng ini tetap berfungsi sebagai markas militer, dan beberapa perubahan serta perbaikan dilakukan oleh Belanda selama pendudukan mereka.

Selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Benteng Marlborough sempat dikuasai oleh pejuang Indonesia sebelum akhirnya direbut kembali oleh Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, benteng ini digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan juga sempat berfungsi sebagai penjara.

Pada tahun 1977, Benteng Marlborough mulai dipugar oleh pemerintah Indonesia untuk dijadikan sebagai situs sejarah dan objek wisata. Saat ini, Benteng Marlborough menjadi salah satu daya tarik utama di Bengkulu, sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional.

Benteng Marlborough tidak hanya memiliki nilai sejarah sebagai peninggalan kolonial, tetapi juga sebagai simbol dari dinamika dan konflik yang terjadi di wilayah Bengkulu sepanjang sejarah. Benteng ini sekarang berfungsi sebagai museum yang menyimpan berbagai artefak sejarah dan memberikan wawasan tentang masa kolonial di Bengkulu.

Penulis : Erin Andani

Editor : Nur Leli