Skip to main content
x
Kepala Sub Divisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Festival Desa Binaan Bank NTT, Reinhard Djo, Rabu (10/5/2023)

Aroma Kopi Flores Memikat Delegasi KTT ke-42 ASEAN 2023

SiberZone.idHingga saat ini, delegasi dari seluruh peserta KTT ke-42 ASEAN sudah berdatangan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota Pariwisata Super Premium yang terletak di ujung Barat Flores itu kini meriah. 

Kepala Sub Divisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Festival Desa Binaan Bank NTT, Reinhard Djo, Rabu (10/5/2023) mengatakan bahwa delegasi dari berbagai negara mulai menyerbu sejumlah spot wisata, termasuk pusat-pusat penjualan suvenir.

Tak terkecuali tiga titik yang menjadi lokasi expo UMKM yang layak dikunjungi sesuai rekomendasi panitia seperti Gua Batu Cermin, Lapangan Waikusambi, serta Waterfront. 

Sejumlah tamu mulai datang ke tiga lokasi itu dan melihat dari dekat aneka souvenir dan juga makanan olahan yang disiapkan. "Belasan tamu dari luar negeri, sangat menikmati nikmatnya Kopi Flores di jejeran lapak UMKM pada Gua Batu Cermin," kata Reinhard. 

Menurut Reinhard, para tamu tersebut terpikat aroma dan juga citarasa kopi yang sangat kuat dari Kopi Manggarai yaang disuguhkan. 

“Banyak tamu yang mengunjungi lokasi Festival Budaya Side Event ASEAN Summit 2023 ini, dan mereka mencicipi beraneka penganan dan juga makanan berbahan dasar pangan lokal," ujar Reinhard.

Perhelatan ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, NTT berdampak positifnya bagi masyarakat setempat. Salah satu dampak ekonomi dirasakan bagi para penggiat kopi asli NTT khususnya kopi dari daratan Flores. 

Dipastikan para delegasi KTT ASEAN akan menikmati kopi asli NTT baik dalam kegiatan side event maupun main event yang mana kopi tersebut juga disajikan langsung oleh para pengusaha kopi lokal NTT. 

Untuk diketahui bahwa kopi NTT tersebar di beberapa wilayah NTT yang berada di daratan Flores, Sumba, Timor, Alor dan lainnya. Tercatat kurang lebih 13 kabupaten di NTT merupakan daerah penghasil kopi yang terus dikembangkan kualitas dan kuantitasnya oleh pemerintah yang tentunya juga bekerja sama dengan berbagai komunitas penggiat kopi NTT. 

Ketua Dekopi (Dewan Kopi Indonesia) NTT, Bony Romas, menyebutkan beberapa varian kopi NTT yang cukup terkenal dan tua adalah kopi Arabica Bajawa, Arabika Manggarai, Robusta Manggarai, Yellow Caturra Manggarai, Red Bourbon Manggarai, Juria Manggarai. 

“Yellow Catura Bajawa banyak diminati oleh para penikmat kopi baik lokal maupun internasional karena diyakini kopi yang sering disebut kopi colombia ini, satu yang terbaik adalah yang berasal dari Bajawa, Kabupaten Ngada,” ujarnya. 

Demikian juga dengan Juria Manggarai yang berasal dari desa Colol, Kabupaten Manggarai merupakan kopi tua yang nikmat dan terus menerus dipelihara secara tradisional oleh masyarakat setempat.

Editor : Nora Fransiska