Skip to main content
x
BPKP Provinsi Bengkulu Optimalkan Urusan Pemerintah Bidang Pengawasan. Foto : Monica Anggraini

BPKP Provinsi Bengkulu Optimalkan Urusan Pemerintah Bidang Pengawasan

Siberzone.id - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu terus berupaya dalam mengoptimalkan bidang pengawasan di Provinsi Bengkulu, Senin (15/04/24).

 

Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu Faeshol Cahyo Nugroho, mengatakan, jika BPKP Bengkulu akan fokus melaksanakan pengawasan dan peringatan dini. Dari segi pengawasan, terdapat sembilan fokus pengawasan BPKP RI dan jajaran di tahun 2024 ini.

"Keberadaan BPKP akan mengoptimalkan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pengawasan keuangan dan pembangunan daerah," ucapnya.

Pengawasan tersebut diantaranya, pertama terkait dengan reformasi pembangunan SDM yang termasuk di dalamnya sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Kedua, percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Ketiga, akuntabilitas keuangan negara dan daerah. Keempat, pembangunan ekonomi.

Kelima, ketahanan pangan. Keenam, ketahanan Energi. Ketujuh, penguatan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Terakhir pengawasan atas hambatan kelancaran pembangunan dan pengawasan isu strategis daerah di 34 provinsi.

"Untuk pengawasan, sekarang sekarang lebih ke alert warning system atau pemberian peringatan dini terkait dengan pencapaian program-program pemerintah agar program yang ada dapat tercapai, itu jadi fokus kita," tuturnya.

Dalam upaya memastikan program pemerintah dapat berjalan dengan baik, semua pihak harus ikut berperan. Seperti halnya dalam mengatasi persoalan fiskal yang menyebabkan keterbatasan anggaran untuk pembangunan, semua pihak harus ikut berpastisipasi mengatsi persoalan yang ada.

"Saya berharap dukungan semua pihak dan pemangku kepantingan di wilayah Bengkulu untuk sama-sama bersinergi dan berkolaborasi untuk menjalankan program dan mengatasi beberapa persoalan yang biasa ditemukan," pungkasnya.

Reporter : Monica Anggraini

Editor : Nur Leli