Inflasi Di Bengkulu Mengalami Penurunan Baik Tingkat Provinsi Maupun Daerah
Siberzone.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat, pada bulan Maret 2024 inflasi di wilayah Bengkulu mengalami penurunan baik tingkat provinsi maupun daerah, Minggu (14/04/24).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Win Risal, mengatakan, untuk dua Kota inflasi di wilayah Bengkulu yang menjadi refresentasi inflasi perkotaan dan perdesaan yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. Inflasi y-on-y di Kota Bengkulu sebesar 3,48 persen dengan IHK sebesar 106,24, dan inflasi y-on-y di Mukomuko sebesar 3,80 persen dengan IHK sebesar 106,49.
"Untuk Kota Bengkulu inflasi bulanan (m-to-m) di Maret 2024 sebesar 0.30 persen atau mengalami penurunan dibandingkan Februari 2024 sebesar 0,61 persen. Dengan inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2024) sebesar 1,07 persen.
''Sedangkan untuk Mukomuko sedikit mengalami deflasi di Maret 2024 yakni minus 0,04 persen. Ini situasi kembali ke normal setelah mengalami inflasi yang cukup tinggi di Februari 2024 sebesar 1,37 persen. Sehingga untuk inflasi tahun kalender atau dari januari-Maret atau hitungan secara poin to poinnya Maret 2024 terhadap Desember 2023 capainnya sebesar 1,46 persen,'' tambahnya.
Untuk Inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Bengkulu pada Maret 2024 sebesar 3,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 106,30 atau menurun dari Februari sebesar 3,68 persen. Sedangkan untuk inflasi month to month (m-to-m), pada bulan Maret 2024 Provinsi Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2024 sebesar 1,16 persen.
''Angka inflasi Bengkulu ini dibanding inflasi nasional masih dibawah angka nasional sebesar 0,52 persen,'' lanjutnya.
Inflasi y-on-y di Provinsi Bengkulu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,61 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,90 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,51 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,06 persen.
Lalu kelompok kesehatan juga andil sebesar 0,11 persen; kelompok transportasi sebesar 2,06 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,84 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,64 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,98 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,09 persen.
''Jika dilihat dari inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga masih mendominasi dengan inflasi sebesar 0,47 persen atau dikonversikan ke andil inflasi sebesar 0,16 persen,'' pungkasnya.
Reporter : Monica Anggraini
Editor : Nur leli
- 250087 views