Skip to main content
x
Kinerja Industri Keuangan Provinsi Bengkulu Posisi Februari 2024 Stabil dan Positif. Foto : Erin Andani

Kinerja Industri Keuangan Provinsi Bengkulu Posisi Februari 2024 Stabil dan Positif

Siberzone.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menilai Sektor Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu hingga bulan Maret 2024 dalam kondisi stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, serta profil risiko terjaga untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian daerah di tengah kondisi ketidakpastian global.

Perkembangan Sektor IKNB

Perkembangan sektor IKNB Provinsi Bengkulu pada posisi Maret 2024 terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Bengkulu mencapai Rp2,67 triliun, naik 3,97 persen yoy. 

Pembiayaan tersebut didominasi oleh  Perdagangan Besar Dan Eceran; Reparasi Dan Perawatan Mobil Dan Sepeda Motor, Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan,  Pertambangan Dan Penggalian,  Rumah Tangga,  Bukan Lapangan Usaha Lainnya,  Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan Dan Penunjang Usaha Lainnya,  Aktivitas Jasa Lainnya,  Administrasi Pemerintahan, Pertahanan Dan Jaminan Sosial Wajib.

Sementara itu, untuk Dana Pensiun di Provinsi Bengkulu posisi Januari 2024 terdapat peningkatan secara yoy untuk Jumlah Investasi sebesar  7,58 persen menjadi Rp114,38 miliar dan Nilai Aset sebesar 7,31 persen menjadi Rp116,33 miliar. Terkait perizinan IKNB, saat ini OJK Provinsi Bengkulu sedang memproses perizinan usaha pergadaian swasta.

Perkembangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Dalam rangka melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat serta  mendukung pencapaian target inklusi dan literasi keuangan nasional, OJK Provinsi Bengkulu terus meningkatkan program literasi dan keuangan secara masif melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu.

 Selama bulan Maret 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah melaksanakan 18 kegiatan edukasi dan literasi keuangan kepada 2.910 orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa dan pelaku UMKM. 

Selain melaksanakan kegiatan edukasi dan literasi secara tatap muka dengan masyarakat, OJK Provinsi Bengkulu juga telah melakukan publikasi informasi melalui media sosial OJK Provinsi Bengkulu (Instagram @ojk_bengkulu), beberapa media online, surat kabar dan stasiun TV yang ada di Provinsi Bengkulu. Khusus media sosial terhitung sejak Januari s.d. April 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah memposting 113 konten yang bersifat edukasi dan literasi.

Selain penyampaian mengenai pentingnya literasi dan edukasi keuangan, OJK Provinsi Bengkulu juga melakukan sosialisasi mengenai Waspada Investasi, Pinjaman Online Ilegal dan Pengenalan Produk-Produk Industri Jasa Keuangan (IJK) dengan melibatkan IJK yang ada di Provinsi Bengkulu. 

Pada bulan Maret 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah menerima 49 pengaduan dari konsumen IJK. Dari pengaduan tersebut, sebanyak 22 pengaduan dari sektor Perbankan, 12 pengaduan dari Lembaga Pembiayaan, 4 pengaduan dari Asuransi dan 11 Pengaduan Fintech. Selain itu, di bulan yang sama, OJK Provinsi Bengkulu juga menerima 744 layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) baik secara walk in maupun online dari masyarakat.

Dalam rangka bulan suci Ramadhan 1445 H, OJK telah menginisiasi program “GERAK Syariah 2024” (Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah) guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. GERAK Syariah sendiri merupakan gebrakan OJK dalam melakukan kampanye keuangan nasional. OJK melakukan orkestrasi program literasi inklusi syariah melalui GERAK Syariah secara serentak di 35 Kantor OJK di seluruh wilayah Indonesia, berkolaborasi dengan asosiasi dan PUJKS dan pemangku kepentingan di wilayah kerjanya, termasuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).

OJK Provinsi Bengkulu mengisi kegiatan Gerak Syariah 2024 dengan mengadakan Edukasi Keuangan Syariah ke beberapa pondok pesantren yang berada di Provinsi Bengkulu melalui pogram Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan (EPIKS). Selain roadshow edukasi ke beberapa pondok pesantren, OJK Provinsi Bengkulu juga memberikan Edukasi Keuangan Syariah kepada para Mahasiswa di Universitas Bengkulu.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, OJK Provinsi Bengkulu memberikan Edukasi Keuangan kepada Guru se-Provinsi Bengkulu. Mayoritas peserta diikuti oleh para guru perempuan yang ada di Provinsi Bengkulu.

Perkembangan TPAKD

Telah dibentuk 11 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Di Provinsi Bengkulu yang tersebar di 1 Provinsi Bengkulu, 1 Kota Bengkulu dan 9 Kabupaten. Setiap TPAKD memiliki program kerja masing-masing guna mendorong pergerakan ekonomi daerah.    

Salah satu program TPAKD di Provinsi Bengkulu yaitu dilakukannya program kerja sesuai Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI) dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa, serta guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan. 

GM EKI ini dapat menjadi acuan dalam menciptakan keuangan inklusif di wilayah perdesaan melalui pendekatan penguatan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di bawah koordinasi forum Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPAKD). Pada triwulan pertama, TPAKD sedang dalam tahap penyusunan program kerja. Hingga saat ini, program TPAKD yang berjalan disetiap kabupaten adalah penyaluran KUR melalui beberapa perbankan yang ada di Kabupaten dan Kota.

Penulis : Erin Andani

Editor : Nur leli