OJK Telah Laksanakan 25 Kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan Kepada 3.860 orang Sepanjang Mei 2024
Siberzone.id - Dalam rangka melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat serta mendukung pencapaian target inklusi dan literasi keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu terus meningkatkan program literasi dan keuangan secara masif melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi mengatakan, sampai dengan bulan Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah melaksanakan 25 kegiatan edukasi dan literasi keuangan kepada 3.860 orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa dan pelaku UMKM.
Selain melaksanakan kegiatan edukasi dan literasi secara tatap muka dengan masyarakat, OJK Provinsi Bengkulu juga telah melakukan publikasi informasi melalui media sosial OJK Provinsi Bengkulu (Instagram @ojk_bengkulu), beberapa media online, surat kabar dan stasiun TV yang ada di Provinsi Bengkulu.
"Khusus media sosial terhitung sejak Januari hingga Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah memposting 133 konten yang bersifat edukasi dan literasi," kata Ayu di Bengkulu, Jumat (19/07/2024).
Lebih lanjut, Ayu menjelaskan, selain penyampaian mengenai pentingnya literasi dan edukasi keuangan, OJK Provinsi Bengkulu juga melakukan sosialisasi mengenai Waspada Investasi, Pinjaman Online Ilegal dan Pengenalan Produk-Produk Industri Jasa Keuangan (IJK) dengan melibatkan IJK yang ada di Provinsi Bengkulu.
"Hingga Bulan Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah menerima 98 pengaduan dari konsumen IJK. Dari pengaduan tersebut, sebanyak 50 pengaduan dari sektor Perbankan, 20 pengaduan dari Lembaga Pembiayaan, 7 pengaduan dari Asuransi dan 21 Pengaduan Fintech. Selain itu, di bulan Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu juga menerima 1.130 layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) baik secara walk in maupun online dari masyarakat," jelasnya.
Sebagai informasi, Pada bulan Mei 2024, Kantor OJK Provinsi Bengkulu telah mengadakan kegiatan edukasi pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Provinsi Bengkulu yaitu di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana Kegiatan Edukasi tersebut diikuti oleh 100 orang Masyarakat Enggano dan 100 Pelajar di SMA Negeri 6 Bengkulu Utara.
Telah dibentuk 11 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Di Provinsi Bengkulu yang tersebar di 1 Provinsi Bengkulu, 1 Kota Bengkulu dan 9 Kabupaten. Setiap TPAKD memiliki program kerja masing-masing guna mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Salah satu program TPAKD di Provinsi Bengkulu yaitu dilakukannya program kerja sesuai Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI) dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa, serta guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan.
GM EKI ini dapat menjadi acuan dalam menciptakan keuangan inklusif di wilayah perdesaan melalui pendekatan penguatan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di bawah koordinasi forum Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPAKD).
Beberapa program TPAKD yang telah dilaksanakan sampai dengan Maret 2024 adalah:
1. Penyaluran KUR Bank Umum sebesar 100 juta di Pulau Enggano, Bengkulu Utara,
2. Pembukaan Tabungan Pelajar sebanyak 26 account dengan total nominal tabungan sebesar Rp23.000.000 di Pulau Enggano, Bengkulu Utara,
3. Penyaluran KUR Bank Umum sebesar100 juta pada acara TPAKD Kota Bengkulu,
4. Penyaluran KUR Bank Umum sebesar 100 juta pada acara TPAKD Bengkulu Tengah, dan
5. Pembukaan 3 Rekening Reksadana TPAKD Bengkulu Tengah.
Reporter : Erin Andani
Editor : Nur leli
- 250091 views