Skip to main content
x
Sub kordiantor Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Syahmeri, SP., MP. Foto : Erin Andani

Perang Iran-Israel Bukan Penyebab Turunnya Harga TBS Sawit, Melainkan Berikut Penyebab!

Siberzone.id - Sub kordiantor Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Syahmeri, SP., MP., mengatakan meski terjadi perang antara Iran dan Israel beberapa waktu lalu tidak berdampak terhadap harga komoditas dunia termasuk Crude Pal Oil (CPO).

 

"Insyallah tidak berdampak, sampai saat ini harga CPO kita masih stabil dan semoga seterusnya harga CPO kita tetap stabil karena harga CPO saat ini masih bergantung pada syatem mekanisme pasar international," ujar Yuhan saat diwawancari, Senin (22/04/2024).

Yuhan menjelaskan yang menjadi penyebab harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit tidak stabil yaitu pola pemanen yang dilakukan para petani selama ini.

"Saya atas nama pemerintah mengharapkan kepada petani sawit panenlah buah yang baik, agar harga TBS nya akan baik pula, jangan mengikuti nafsu karena ingin mendapat uang lebih banyak semua buah dipanen termasuk yang belum matang, yang rugi juga para petani," papar Yuhan.

Harga TBS di Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) mengalami penurunan sebesar Rp30-50, hal tersebut disebabkan karena hasil panen yang kurang baik, hal ini berpengaruh secara langsung pada Indeks Kinerja (Indeks K).

Untuk diketahui, dalam industri minyak kelapa sawit, perhitungan Indeks K adalah faktor utama dalam menilai keberhasilan suatu perusahaan, indeks K ini terdiri dari beberapa komponen penting yang mencerminkan aspek-aspek vital dalam produksi dan distribusi minyak kelapa sawit.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur Leli