Skip to main content
x
Ikan Belanak dan ikan Kadar banyak dijumpai di Bengkulu, sekilas mirip tapi tidak sama, Kamis (03/10/2024). Foto : Monica Anggraini

Sekilas Mirip, Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Ikan Belanak Dengan Ikan 'Kadar'

Siberzone.id - Diperairan Indonesia khususnya di wilayah Bengkulu Ikan Belanak dan ikan Kadar banyak dijumpai, sekilas ikan ini mirip tapi tidak sama, Jumat (08/11/2024).

 

 

Hal ini dikatakan oleh seorang yang hobi mancing maupun jaring diwilayah Bengkulu Topmulk (36), memang kalau dilihat sekilas ikan Belanak dengan ikan 'Kadar' terlihat mirip, tapi ada perbedaan dari bentuk sisik ikan maupun ukuran dari ikan itu sendiri.

"Untuk ikan Belanak dapat kita lihat yang pertama, dari bentuk sisiknya lebih kasar, bentuk kepala ikannya juga berbeda jika dilihat benar-benar diperhatikan. Kemudian ukuran dari ikan Belanak ini dari ukuran 0,1 kilo gram bahkan bisa mencapai ukuran 3 kilo gram per 1 ekor ikan Belanak. Ikan Belanak biasanya hidup di sungai, danau, maupun dekat muara-muara pantai," ucap Topmulk.

"Sedangkan untuk ikan 'Kadar' (yang biasa disebut di daerah Bengkulu) dari bentuk sisikny terlihat lebih halus, lembut, kemudian dari ukuran ikan Kadar ini tidak pernah melebihi 1 kilo gram per ekor. Ikan  Kadar ini biasanya hidup di air laut maupun dimuara-muara sungai," tambahnya.

Untuk menangkap atau mengambil ikan Belanak dengan ikan Kadar juga ada perbedaannya. Baik dari teknisnya menjaring maupun dari cara memancing ikan ini.

"Untuk menangkap ikan Belanak ini dengan teknis menjaring, kita menggunakan jaring ukuran 1 inch sampai 5 inch. Sedangkan untuk mendapatkan ikan Kadar menggunakan jaring ukuran 1 inch hanya sampai dengan 2,5 inch," lanjut Topmulk.

"Sementara itu, untuk mendapatkan ikan Belanak dengan teknis memancing, menggunakan umpan lumut, udang, olahan gandum seperti kue (gandum, air, minyak sawit, gula, garam, pasta durian atau nangka). Sedangkan untuk menangkap ikan Kadar hanya bisa menggunakan jaring, kalaupun menggunakan pancing biasanya ikan Kadar ini  tidak mau makan umpan pancing," pungkas Topmulk.

Penulis : Monica Anggraini

Editor : Nur Leli