Skip to main content
x
Pemkot Bengkulu Terus Berusaha Semaksimal Mungkin. Foto : Erin Andani

Menuju Zero Stunting, Pemkot Bengkulu Terus Berusaha Semaksimal Mungkin

Siberzone.id - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu Hj. Dewi Dharma, M.Si., mengatakan Pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu terus berupaya menuju zero stunting di wilayah tersebut.

 

"Penurunan angka stunting lumyan besar dimana di tahun 2022 dari 12,9 persen turun di tahun 2023 menjadi 6,7 persen atau ada penurunan sebesar 6,2 persen," kata Dewi saat diwawancarai, Kamis (30/05/2024).

Dikatakannya, target di tahun 2024 ini menjadi 4 persen. Dimana angka tersebut jauh dibawah target rata rata nasional.

Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Di kota Bengkulu sendiri stunting masih menjadi permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota(Pemkot).

"Tahun ini, kita tagetkan 4 persen, namun target ini jika tidak tercapai, maka harus setidaknya tetap mempertahankan angka 6, 7% seperti tahun sebelumnya," palarnya.

Ditambahkan Dewi, dalam menuju zero stunting model pendekatan DP3AP2KB Kota Bengkulu nantinya dalam percepatan penurunan stunting yaitu mulai dari penanganan/prospektif di antaranya adalah program siap nikah, siap hamil cegah stunting, program pengendalian jarak dan jumlah kehamilan melalui program keluarga berencana (KB) pasca persalinan, dan melalui edukasi tentang gizi balita.

DP3AP2KB Kota Bengkulu juga bekerjasama dengan pentahelic, Media Masa, swasta, perguruan tinggi  OPD pemerintah kota lainnya seperti Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), dan Dinas Kesehatan.

"Yang pertama kita akan melakukan delapan kontergensi dan kita juga berkejasama antar leading sector yang mempunyai tupoksi masing-masing, dari calon pengantin, ibu hamil, oasca persalinan dan baduta. Dinkes juga melakukan tupoksi mereka seperti apabila ditemukan anak anak terindikasi stunting maka mereka yang akan melakukan penanganaya," tutupnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur leli