Skip to main content
x
Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah. Foto : Erin Andani

Angka Stunting Naik, Rosjonsyah harapakan Ini!

Siberzone.id - Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu alami kenaikan sebesar 0,4%.

Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, menjelaskan dengan kenaikan angka stunting di Provinsi artinya penangan stunting kita tidak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

"Dengan kenaikan 0,4% stunting di Bengkulu, ini menandakan target penanganan stunting kita tidak sesuai dengan target yang ditetapkan," ucap Rosjonsyah saat diwawancarai, Kamis (09/05/2024).

Diketahui 6 daerah di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan stunting, yakni Kabupaten Rejang Lebong dengan 28,6%, Mukomuko 27,1%, Seluma 26%, Bengkulu Selatan 24%, Bengkulu Tengah 23,2%, dan Provinsi Bengkulu 20,2%.

Serta ada 4 daerah di Provinsi Bengkulu yang mengalami penurunan stunting, yakni Kota Bengkulu 6,2%, Kabupaten Lebong 15,7%, Kepahiang 22,1%, dan Bengkulu Utara 21,6%.

"Seharusnya tahun ini angka stunting kita bisa turun ke angka 12,55%, namun dengan kenaikan ini kasus stunting justru naik 20,2% dari sebelumnya sebesar 19,8%, dengan kenaikan angka stunting ini masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target, sebab itu, diperlukan aksi bersama dari pemerintah pusat, daerah, serta lembaga masyarakat dan praktisi untuk mencegah stunting," lanjut Rosjonsyah.

Ditambahkan Rosjonsyah, untuk menekankan beberapa hal dalam penurunan stunting di 2024, lebih baik fokus kepada sasaran super prioritas, yakni Ibu hamil dan bayi hingga usia 2 tahun. 

"Semoga dengan adanya penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan untuk Program Mitigasi Terintegrasi Lokal dan Dana Bagi Hasil (DBH) semoga pemberian bantuan pangan ini tepat sasaran yaitu kepada keluarga berisiko stunting," tutupnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Nur Leli