Kenaikan Harga Beras di Bengkulu Dipengaruhi oleh Supply dan Demand
Siberzone.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provisni Bengkulu, Win Rizal mengatakan, kenaikan harga komoditas beras akan bergantung dengan pola supply dan demand. Dimana ada kondisi ketergantungan dengan jumlah permintaan dan ketersediaan barang.
Dengan adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand tersebut akan sangat mempengaruhi kenaikan harga komoditas, dan memperngaruhi angka inflasi daerah karena komoditi ini ikut andil dalam menyumbang inflasi.
"Biasanya dalam konteks inflasi atau kenaikan harga itu terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand," ujar Win Rizal, Kamis (05/09/2024).
Dikatakan Win Rizal, untuk mengantsipasi persoalan supply dan demand ini, pemerintah harus melakukan upaya-upaya yang signifikan, sehingga tidak ada kenaikan harga komoditas secara terus menerus, dan stok kebutuhan terpenuh.
"Untuk beberapa komoditas seperti beras, saya yakin upaya yang dilakukan sudah optimal. Bahkan ditengarai kondisi sebenarnya untuk berasnya stok ada, tapi harganya masih naik. nah ini yang yang perlu upaya-upaya lagi," katanya.
Dalam mengatasi persoalan kenaikan harga beras ini, Win Rizal menjelaskan, sangat diperlukan beberapa terobosan, baik dari segi penambah stok kebutuhan hingga peningkatan literasi masyarakat.
"Beberapa terobosan yang akan kita lakukan, misalnya membuat literasi kepada konsumen agar tidak sembarangan membeli beras kepada penjual yang menaikan harga sesuai keinginannya sendiri. Hal seperti demikian yang harus kita cegah," singkatnya.
Reporter : Monica Anggraini
Editor : Nur leli
- 250089 views