Skip to main content
x
Ikan layur atau ikan beledang merupakan salah satu ikan laut yang mudah dikenali dari bentuk tubuhnya, karena memiliki tubuh yang ramping dan panjang. Foto : Erin Andani

Fakta Unik Ikan Layur, Sensitif Terhadap Gelombang Gempa

Siberzone.id - Ikan layur atau ikan beledang merupakan salah satu ikan laut yang mudah dikenali dari bentuk tubuhnya, karena memiliki tubuh yang ramping dan panjang, Kamis (31/10/24).

Ikan layur dapat ditemukan di seluruh perairan tropis hingga ke daerah subtropis. Tetapi, ikan layur yang ditemukan di Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik diketahui merupakan jenis populasi yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, ikan layur merupakan komoditas hasil laut yang cukup menguntungkan. Dengan hasil tangkapan yang melimpah di sekitar perairan wilayah Indonesia, ternyata ikan ini mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Berikut beberapa faktu unik ikan layur atau ikan beledang:

1. Memiliki bentuk yang unik

Ikan layur memiliki bentuk tubuh yang sangat khas, yaitu panjang dan pipih seperti pita. Di sepanjang punggungnya terletak sirip dorsal yang memanjang ke belakang. Ikan ini tidak memiliki sirip dubur, dan sirip dadanya berukuran kecil. Mereka berenang seperti ular dan mengandalkan gerakan tubuhnya yang mengombak. Sirip punggung ikan layur juga membantu untuk mendorongnya bergerak lebih cepat di dalam air.


Panjang ikan layur yang ramping ini rata-rata sekitar 70 cm, dan memiliki warna yang indah yaitu ada yang putih cenderung silver dan putih kebiru-biruan. Namun, banyak juga ikan layur yang mencapai panjang 2 hingga 3 meter. Berat maksimum ikan ini mencapai 5 kg dan dapat hidup hingga rentang umur sekitar 15 tahun.


2. Perilaku ikan layur yang unik

Perilaku ikan layur di dalam lautan amat unik dari cara gerakannya sangat cepat. Ikan ini juga cepat berubah warna ketika ia menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Kadang warna kulitnya terlihat putih, tapi seketika berubah menjadi biru atau silver. Pada saat siang hari ikan layur muncul ke permukaan air untuk mencari makanan, dan berpindah secara vertikal di malam hari menelusuri lautan.


Menurut orang Taiwan, ikan layur sering disebut sebagai ikan gempa. Karena ikan ini memiliki daya sensitif yang sangat peka terhadap getaran dan gelombang gempa. Begitu pun saat laut pasang, ikan layur akan muncul ke permukaan. Ikan layur dewasa bergerak vertikal dengan kepala di atas saat menelusuri lautan, sedangkan ikan layur kecil akan datang ke permukaan secara bergerombolan.

 

Penulis : Erin Andani

Editor : Nur Leli