Persiapan Menuju WBK, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bengkulu Cek Kondisi Lapas 2A Bentiring
Siberzone.id, Bengkulu – Dalam rangka persiapan dalam upaya menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi), Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Provinsi Bengkulu, Ahmad Jauhari kunjungi Lapas Kelas 2A Bengkulu.
Dalam keterangannya kepada wartawan, apa yang dilakukan hari ini, Senin 6 September 2021, adalah untuk mengecek kesiapan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A Bengkulu dalam rangka melaksanakan pembangunan zona integritas yang mungkin sebentar lagi pelaksanaan penilaiannya akan dilaksanakan oleh Menpan RB.

“Ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk mendapat WBK, jadi sebelumnya sudah dilaksanakan semacam peninjauan lapangan oleh Inspektorat Jendral ada beberapa rekomendasi yang harus dilengkapi kekurangannya misalnya ada penataan tentang peningkatan pelayanan kepada masyarakat, petunjuk arah, layanan kesehatan, dan yang lain-lain tapi setelah dilaksanakan penyelesaian satu minggu ternyata setelah saya cek semuanya sudah lengkap dan layak untuk dilaksanakan penilaian oleh Kemenpan-RB kita minta doa bersama mudah-mudahan apa yang telah dilaksanakan oleh Kepala Lembaga Kemasyarakatan beserta jajaran akan membuahkan hasil,” ungkap Jauhari.
Beliau juga berharap, mudah-mudahan apa yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Kalapas beserta jajarannya dapat meningkatkan peningkatan pelayanan kepada seluruh keluarga warga binaan.
“Tadi disampaikan oleh Kalapas, bahwa saat ini tim perawat sudah keliling ke blok untuk menanyakan kesehatan warga binaan di masa pandemi kami berusaha warga tetap bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga dengan aplikasi yang telah dibangun misalnya vicaleri (video call pelepas rindu) dan sudah dibangun sehingga tidak ada warga binaan bilang kangen sama keluarganya sudah difasilitasi, sudah disiapkan gratis tanpa pungutan biaya, disamping itu juga ada aplikasi Tikasakti (Titipan Kasih Sayang Cinta Napi) dimasa pandemi ini, kunjungan tidak ada tapi kami tidak memutus mata rantai apabila keluarga ingin mengirimkan makanan kepada keluarganya bisa juga ada sabun makanan mie goreng dan macam-macam agar supaya keluarganya puas nyampe nggak sih titipan ini kepada keluarga saya di dalam itu jumlahnya sesuai dengan jumlah nya bisa langsung titipan dari sana kandung family sudah saya terima jumlahnya sekian berubah langsung bahwa yang memberikan itu yakin bahwa tidak ada pengurangan oleh petugas, dan saya yakin komitmen bersama pimpinan dengan jajarannya masuk dan memperoleh WBK” tambahnya.

Kepada wartawan, Ahmad Jauhari juga memberikan penjelasan, bahwa WBK itu adalah pelaksanaan dari pada reformasi birokrasi pelaksanaan reformasi birokrasi itu adalah pelaksanaannya lagi di lapangannya adalah pelaksanaan dalam area perubahan yang endingnya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tapi untuk lembaga pemasyarakatan peningkatan pelayanan kepada warga binaan.
“Peningkatan pelayanan itu banyak kita tahu bahwa lembaga pemasyarakatan mempunyai tujuan Poko yaitu dalam rangka memberikan pendidikan tugas kemandirian di dalam sehingga nantinya warga binaan yang keluar dia sudah mempunyai bekal, dapat diterima oleh masyarakat diterima oleh keluarga yang pertama tidak punya pekerjaan setelah dilapas dia punya bekal, karena di dalam itu ada pelaksanaan kerajinan keterampilan, ada las, ada mebel,” sambungnya.
Di Bengkulu, tambah Ahmad Jauhari, ada 7 satker yang akan dilakukan penilaian untuk menuju WBK se Provinsi Bengkulu.
“Dan saat ini, dari 7 satker tersebut, pertama saya melihat kesiapan dan sebentar lagi penilaiannya dilakukan oleh Menpan-RB dan targetnya paling tidak kita pada angka 60 %, ya tentunya kita berusaha dulu,” pungkas Ahmad Jauhari. (S1000).
- 320384 views